Sunday, November 30, 2014

Hidup ini terlalu singkat untuk dibuat rumit

Postingan menarik dari forum WhatApp


Hidup ini terlalu singkat untuk dibuat rumit.


Ada saja yang membuat perasaan kita gundah gulana, sedih, kecewa, marah dan sebagainya. Lebih-lebih lagi bila kejenuhan hati sedang kita rasakan.

Ada perkara dimana, kita harus rehat sejenak.

Menghirup udara segar, sambil memejamkan mata dan menikmati angin berdesir yang akan membuat beban kita seolah-olah terlepas.

Banyak yang dapat kita hargai dari dalam diri kita. Tanpa perlu mendapat penghargaan dari orang lain.
Kadangkala, bukan suasana yang harus diganti… 

Tetapi rasa di dalam hati yang perlu kita perbaiki.
Kita perlu bijak mengawal perasaan kita, berfikiran logik, dan tidak gegabah dalam bertindak.

Don’t waste your time.

Jangan terlalu dibuai oleh perasaan.
Berhentilah mengeluh dan bangkitlah...!

Moga Allah karuniakan kita bahagia...
Di dunia dan akhirat...
Aamiin...

Tuju dan raih Ridho Allah dengan bahagia dan membahagiakan orang2 sekitar..

Tuesday, November 25, 2014

KEGUNDAHAN YANG BERPAHALA


Postingan ini adalah hasil copy-paste (copas)

Memikirkan pendidikan keimanan anak adalah
KEGUNDAHAN YANG BERPAHALA

Al Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
"Sesungguhnya ada bagian dari dosa- dosa yang tidaklah terhapus melainkan dengan jalan kegelisahan dan kekhawatiran terhadap anak - anak. "

  • Bergembiralah bagi setiap orang yang perhatian dan peduli terhadap pendidikan anak - anaknya di atas perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah.

  • Bergembiralah dengan adanya jalan bagi kalian untuk menghapus dosa - dosa. Jika kalian mendapati dari anak - anak kalian beberapa perkara yang merepotkan kalian dalam mendidik mereka , maka beristighfarlah kepada Rabb kalian .


Muqotil bin Sulaiman rahimahullah masuk berjumpa dengan Al Manshur rahimahullah di saat hari pembaiatan kekhalifahannya.

Al Manshur pun berkata : " Nasehatilah diriku ya Muqotil ! "

Muqotil berkata : " Engkau ingin aku menasehatimu dengan apa yang telah aku lihat atau dengan apa yang telah aku dengar ? "

Al Manshur berkata : " Dengan apa yang telah kamu lihat ".

Muqotil berkata : " Wahai Amirul Mu'minin! Sesungguhnya Umar bin Abdul Aziz memiliki 11 anak dan meninggalkan harta 18 dinar. Dia dikafani dengan 5 dinar kemudian dibelikan area kuburan baginya 4 dinar, sedang sisanya diberikan kepada anak - anaknya. 

Sedang Hisyam bin Abdul Malik memiliki 11 Anak dan bagian warisan atas setiap anak adalah berjuta - juta dinar.

Demi Allah Wahai Amirul Mukminin !

Sungguh suatu hari aku telah menyaksikan salah seorang anak Umar bin Abdul Aziz bershodaqoh dengan 100 kuda untuk berjihad fi sabilillah.

Sedang salah seorang anak Hisyam meminta - meminta di pasar - pasar.

Dan sungguh orang - orang bertanya kepada Umar bin Abdul Aziz , sedang beliau di ranjang kematiannya :
" Apa yang engkau tinggalkan untuk anak - anakmu ya Umar?

Beliau berkata : " Kutinggalkan ketaqwaan bagi mereka, jikalau mereka adalah orang - orang yang sholih niscaya Allahlah yang menjadi wali bagi orang - orang sholih.

Namun jika mereka bukan orang - orang yang sholih niscaya aku tidak akan meninggalkan bagi mereka apa - apa yang membantu mereka untuk bermaksiat kepada Allah.

Mari kita renungkan apakah (rencana) pendidikan anak kita menjadikan anak kita taat dan patuh kepada Allah Subhanahu wata'ala.

PR buat ortu:
1. Jangan membangun mimpi anak dgn mimpi kita.
2. Jangan memaksa anak jadi superboy yg bisa semua.
3. Beri hak anak; waktu, kebersamaan, ngobrol dan pelukan.
4. Jangan hanya berorientasi ilmu dunia, tapi ilmu akhirat yg utama.
5. Pahami masa perkembangan, psikologi dan kapasitas anak.

Memikirkan pendidikan keimanan anak adalah
KEGUNDAHAN YANG BERPAHALA

Monday, November 17, 2014

Here Without You




Perjalanan menemukan mu itu sangat misteri
Melangkah dipasir fatamorgana hidup itu pasti
Berada diantara derai aktifitas medekap bosan
Masih bersiul merindui sepi

Here without you

Lihatlah bagaimana surya dipagi ini
Tapi lihat juga surya itu disore hari
Atau tak cukupkah menatap rembulan
Tapi lihat juga bagaimana embun meredup turun

Here Without You

Mecerna datangya waktu
Seperti mencairnya waktu dikutub hati
Tak pernah merendam kata hati
Yang pasti hanya kelelapan nyata

Here Without You
Tetap bersemi
Karena pasti 
Kita pulang juga sendiri