Thursday, April 28, 2011

WAKTU...Jangan lelah ya!


Lagi ngapain sih? dari tadi cuma menatap jauh kedalam; apa artinya harus jauh dari orang yang dicintai, pertanyaannya; harus berapa lama menunggu?
Sebenarnya apa yang kau takutkan dari semua ini, bisa jadi kenyataannya akan jauh berbeda antara perkiraan dan kenyataan..tapi percayalah saat menunggu adalah saat-saat yang beraneka rasa; bisa menjemukan, melelahkan, mencengangkan, melenakan, me-yang lain-nya, ternyata semuanya hanya sementara bukan? apa kenyataan itu pahit, atau teramat pahit, sampai terasa ku tak sanggup melawan karena telah tersudutkan menatap masa sendirian.

Memang ada baiknya melupakan sejenak hal-hal yang telah lama pergi dan tak akan kembali lagi, kenanglah sebagai sebuah pelajaran yang teramat dalam, buang semua yang tak kenal kata bermanfaat, jadi akan terlihat jujur mengakui diri sepenuh hati, bagaimana melewatkan semua dengan ketenangan yang telah kita ikhlaskan mengisi relung-relung luka karena kerinduan, dan selalu memberikan tempat untuk diisi dengan sepi seadanya.

Berpuluh-puluh kilo pernah kita lalui, beratus-ratus kilo pun pernah kita lalui, apa artinya bila tak sabar dalam menempuhnya, apa artinya membawa bekal setelah dibuka ternyata pepesan kosong kesedihan dan tumisan luka lama yang tak pernah terungkap. jadi, harus berapa lama?
Ku kira kau mampu melangkah dengan pasti meniti jalan kepedihan, walau sebentar saja, untuk yang terakhir kalinya ku tak kan biarkan diriku sendiri menyesalinya, apa-apa saja yang telah terlaksana karena ku tak mampu melupakanmu, tak mampu berada jauh dengan dipenuhi kerinduan yang telah mendarah daging, apa perlu ku pecahkan rahasia hatimu agar ku bisa membuat password baru dan tak menyesali klo ku memang telah meng-hack hatimu, agar dapat terdengar dan terngiang senandung lirih penuh tanda tanya akan kehidupan yang tak akan lama, akan kehidupan yang terus berkembang mekar, layu dan mati menguncup dengan seribu bahasa diam memenuhi masa indahnya.

Ijinkan aku melawan kesepian rasa disini....
"Time for Change"

Wednesday, April 27, 2011

Working With The Enemy???


Frens, ada yang pernah bekerja dengan musuh?

mungkin kata musuh terlalu serem kali ya, untuk dibahas, cenderung kata musuh menggambarkan sosok orang atau pribadi atau apapun itu menjadi sesuatu yang menyeramkan, sebagai contoh bajaklaut bermata satu, manusia bermata satu, tangan satu, kaki satu, semuanya serba satu (kayaknya orang ini cacat bawaan ya). Apakah setan juga musuh kita?...klo ini jawabannya absolutely right? Klo dengan setan kita tidak berkompromi (apa ada yg pernah berkompromi dan berhasil--berhasil dibohongin lagi ke dua kalinya).

Musuh itu lebih enak kita terjemahkan dengan kata LAWAN (saya rasa andapun setuju dengan kata lawan tersebut, karena memang anda belum berkomentar apa2-maaf), klo pengertiannya lawan berarti dia itu musuh, nah klo musuh berarti di lawan, jadi mana lawannya musuh (halah...ngawur pisan), okeh begini aja; berkelahi, bertengkar, berperang, berjudi, bertanding, dsb adalah bisa jadi pengganti dari kata *musuh*, sehingga bisa juga menjadi sesuatu yg mengancam (kesehatan, keselamatan, dst). So, bagaimana caranya klo kita ternyata bekerja dengan musuh kita, lawan kita,...In the end of this conversation, seharusnya bekerja dengan siapapun tidak menjadikan majalah (baca:masalah), justru kita semua akan merasa tertantang dan bisa pertenteng bin bertolak pinggang sambil teriak-teriak "Aku Bisa" atau pun melompat riang gembira kesana kesini tiada angin dan tiada hujan sambil komat-kamit mulutnya dengan kata" YES...i believe i can fly "...Working with the enemy? Why Not....

...perkenalkan musuh bebuyutan saya....????
Ke-MALAS-an...sekarang pikirkan bagaimana agar MALAS menjadi SALAM---

Sunday, April 24, 2011

Go - Blog - Ku...

Ujuk-ujuk...mungkin adalah kata yang tepat utk mendeskripsikan dan mungkin sampai hati mendeskriditkan blog ku ini, terjemahan bebasnya "Tiba-tiba saja,..." cling..cling...teringat tentang kisah blog ku yang telah lama layu, mungkin koma atau tanda tanya...

Hallo, anybody home here?

Meski tanpamu...memang ku merasa tenang, tertawa, menangis, merenung dan temen2nya itu yg membuatku merasa "Feel Free" - gak perlu bersusah payah update atau memikirkan materi apa yg akan aku posting...gak perlu repot2 buat judul, nyari judul, atau mencari suara hati layaknya hijau daun band, yang terus menunggu dan berharap dalam hatinya...apakah blog ku ada di hati-ku? Ternyata! Ges wat? lewat postingan terakhir tetanggal 3 november 2010 tepatnya hari rabu, ku akhiri masa lajangku mengisi blog ku ini (...halah), terlihat jelaskan...ada ratapan airmata yg tertumpah dengan gembira, ada tanda tanya besar,

WHY?

Nah, itulah boy, kenapa dari awal aku bilang ujug2 hatiku penuh bunga2 dan hamaparan rumput ilalang ditambah bunga tulip yang bermekaran bersanding sakura (error-stop)...lanjut dikit, setelah sekian lama meninggalkan dunia per-blog-an, tanpa lambayan tangan atau air mata perpisahan, ku pergi begitu saja, membiarkan, mencampakkan, menistakan (berharap cocok nih)...Akhirnya ku teriakan lagi dan kukibakan bendera setengah tiang (sebenernya tiangnya tinggi beud, berhubung talinya pendeknya jadilah setengah tiang, walaupun harapannya masih bisa berkibar dengan para bloggers2 yg makin membumbung namanya..ish...ish..ish senasib tapi tak sepenaggungan).

Setelah bermaaf-maafan dan melakukan teken kontrak dan melupakan perjanjian lama yang telah usang, menggantinya dengan perjanjian baru akhirnya ku putuskan dengan cara yang seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya...Majulah Blog ku " Go-Blog-Ku"....tunjukkan pada tetanggaku yg selalu memarahi aku ketika ku coret temboknya dengan kata " I was Here...sebenernya terbesit untuk menulis I love you Blog-ku...

begitulah nyanyian rinduku terserah apa tanggapan dan kata mu...ku akan tetap menulis, karena guruku pernah bilang "Rajin-rajinlah melompat didaun talas akhirnya 2 sampai 3 pulau jatuhnya ke ladang...(maafkan ...bahasa indonesia pas bagian pribahasa bolos hehehehe).

Bay de wey, eni wey, cak wei, I miss u Blog...but i hate you?

yang meratapi kisah blog ini,
Aku sendiri-