
Lagi ngapain sih? dari tadi cuma menatap jauh kedalam; apa artinya harus jauh dari orang yang dicintai, pertanyaannya; harus berapa lama menunggu?
Sebenarnya apa yang kau takutkan dari semua ini, bisa jadi kenyataannya akan jauh berbeda antara perkiraan dan kenyataan..tapi percayalah saat menunggu adalah saat-saat yang beraneka rasa; bisa menjemukan, melelahkan, mencengangkan, melenakan, me-yang lain-nya, ternyata semuanya hanya sementara bukan? apa kenyataan itu pahit, atau teramat pahit, sampai terasa ku tak sanggup melawan karena telah tersudutkan menatap masa sendirian.
Memang ada baiknya melupakan sejenak hal-hal yang telah lama pergi dan tak akan kembali lagi, kenanglah sebagai sebuah pelajaran yang teramat dalam, buang semua yang tak kenal kata bermanfaat, jadi akan terlihat jujur mengakui diri sepenuh hati, bagaimana melewatkan semua dengan ketenangan yang telah kita ikhlaskan mengisi relung-relung luka karena kerinduan, dan selalu memberikan tempat untuk diisi dengan sepi seadanya.
Berpuluh-puluh kilo pernah kita lalui, beratus-ratus kilo pun pernah kita lalui, apa artinya bila tak sabar dalam menempuhnya, apa artinya membawa bekal setelah dibuka ternyata pepesan kosong kesedihan dan tumisan luka lama yang tak pernah terungkap. jadi, harus berapa lama?
Ku kira kau mampu melangkah dengan pasti meniti jalan kepedihan, walau sebentar saja, untuk yang terakhir kalinya ku tak kan biarkan diriku sendiri menyesalinya, apa-apa saja yang telah terlaksana karena ku tak mampu melupakanmu, tak mampu berada jauh dengan dipenuhi kerinduan yang telah mendarah daging, apa perlu ku pecahkan rahasia hatimu agar ku bisa membuat password baru dan tak menyesali klo ku memang telah meng-hack hatimu, agar dapat terdengar dan terngiang senandung lirih penuh tanda tanya akan kehidupan yang tak akan lama, akan kehidupan yang terus berkembang mekar, layu dan mati menguncup dengan seribu bahasa diam memenuhi masa indahnya.
Ijinkan aku melawan kesepian rasa disini....
"Time for Change"

