Thursday, May 31, 2012

OPTIMIS 4EVER

Apa salahnya menjadi orang yang optimis?

Kalau sahabat masih menganggap bahwa optimis adalah pekerjaan sia-sia atau merasa bersalah telah berubah menjadi optimis, sebaiknya sudahi saja membaca artikel ini, ibarat gelas kosong yang akan disi oleh air tetapi posisinya terbalik lantas bagaimana bisa ditampung....

YAKIN?


Apakah ketika laptop sahabat rusak lalu seketika sahabat menyalahkan tetangga yang tidak tahu menahu masalah itu, atau suatu hari ban motor/mobil kempes tiba-tiba sahabat menyalahkan rute jalan yang ditempuh dan banyak lagi hal-hal yang membuat fikiran sahabat menjadi negatif, menyalahkan ini dan itu, tidak lantas ujug-ujug menyelesaikan masalah...

Belajar optimis itu bisa dari siapa saja dan tidak mengikat waktu, tapi perlu dicatat bahwa tidak perlu menunggu kesempatan datang atau menunggu saat yang tepat agar dapat memulai 'sesuatu' dengan rasa optimis dan selalu berfikiran positif atas segala yang terjadi pada diri ini.

Teringat postingan saya yang berjudul 27 derajat, seakan-akan baru saja memulainya atau tentang janji optimis yang terlihat over confidence (PD Abisz) untuk  membuat 365 postingan baru  selama satu tahun kedepan, yah begitulah harapan serta target yang dipasang. Yakin InsyaAllah tercapai.

Note:
Maaf ya, tidak bisa 1 day 1 posting....memang terlihat susah tapi BISA.
lanjutkan....365 postingan i'm coming. 
     

Wednesday, May 30, 2012

Optimis 7 turunan

Salam Optimis Nonstop,

Sebagai orang yang mengaku masih belajar mendekatkan diri kepada sikap optimis, pilihan adalah menjadi sebuah sebab musabab terjadinya efek depan dan efek belakang.

Maksyuud?

Iya klo saya merasa pilihan akan menghantarkan kita pada takdir satu ke takdir yang lain, melompat dari batu yang satu ke batu yang lain. Jadi menjadi orang yang optimis adalah pilihan hidup, menjadi orang yang pesimis juga pilihan. Asal jangan golput (golongan putih atau tidak memilih), tapi buat orang yang golput itu adalah pilihan juga...iya lah, what eper apa what efer. Gak ngaruh ternyata.

 
Seorang yang optimis melihat peluang dalam setiap kesulitan atau hambatan, lain halnya dengan seorang yang pesimis dia akan melihat kesulitan dalam setiap peluang yang ada. Nah...walaupun beti (beda tipis) tapi nilainya jauh berbeda ibarat langit dengan sumur.


Contoh: Seorang yang optimis itu seperti melihat air didalam gelas, dia akan selau bersyukur bahwa gelasnya telah terisi air dan yakin akan keberadaan air tersebut, sedangkan orang yang pesimis melihat kekosongannya atau dengan kata lain selalu saja tidak pernah puas atau merasa itu adalah sebuah kekurangan.

Salam ON selalu...
Tidak pernah NEVER, selalu ALWAYS!