Salam Optimis Nonstop,
Sebagai orang yang mengaku masih belajar mendekatkan diri kepada sikap optimis, pilihan adalah menjadi sebuah sebab musabab terjadinya efek depan dan efek belakang.
Maksyuud?
Iya klo saya merasa pilihan akan menghantarkan kita pada takdir satu ke takdir yang lain, melompat dari batu yang satu ke batu yang lain. Jadi menjadi orang yang optimis adalah pilihan hidup, menjadi orang yang pesimis juga pilihan. Asal jangan golput (golongan putih atau tidak memilih), tapi buat orang yang golput itu adalah pilihan juga...iya lah, what eper apa what efer. Gak ngaruh ternyata.
Seorang yang optimis melihat peluang dalam setiap kesulitan atau hambatan, lain halnya dengan seorang yang pesimis dia akan melihat kesulitan dalam setiap peluang yang ada. Nah...walaupun beti (beda tipis) tapi nilainya jauh berbeda ibarat langit dengan sumur.
Contoh: Seorang yang optimis itu seperti melihat air didalam gelas, dia akan selau bersyukur bahwa gelasnya telah terisi air dan yakin akan keberadaan air tersebut, sedangkan orang yang pesimis melihat kekosongannya atau dengan kata lain selalu saja tidak pernah puas atau merasa itu adalah sebuah kekurangan.
Salam ON selalu...
Tidak pernah NEVER, selalu ALWAYS!