Tuesday, May 31, 2011

F.A.N.A


Kembali ku ceritakan tentang sifat dunia yang fana (hanya sementara dan sesaat), apakah denyut nadi yang telah lama berdegup kencang itu seakan-akan mencoba berkata-kata lagi bahwa kita semua pasti kembali?
Sependek pengamatan kita memang tak selamanya yang kuat itu akan menang, yang menang tak selamanya selamat, tapi apapun itu semua seperti dua muka koin logam yang saling berdamping sejahtera tanpa iri dan dusta nestapa sepanjang masa berjaya, ingatkan aku semua tentang ini semua sahabat!

Pagi ini terasa malas, siang ternyata penuh semangat, sore tambah bersemangat, malam merangkai cerita tentang perjalanan hidup keseharian yang isinya pasti beraneka ragam tema, terkadang butuh pengendapan material berat zat besi yang lama, barulah akan terlihat jernih air diatasnya, walau riaknya mungkin tak pernah mengenal makna ketenangan. Semua pasti bisa berubah dengan senandung dingin pencari makna kehidupan, dan tak akan ada yang bisa sembunyi dari pengawasan webcam malaikat pencatat perbuatan hidup...tidak juga kau?

Regulasi telah lama turun dengan segala muatan makna yang menjadi penutup dari yang sebelumnya. Kita yang sekarang mungkin saja bukan yang dulu lagi, atau kita yang sekarang adalah kita yang dulu lagi atau coba kita tanyakan kembali pada jiwa yang kemarin berada bersama menikmati hari...

Nol Mutlak adalah kata persiapan akan dimulainya perhitungan...nanti

Satu pinta-Nya jangan lupakan hari kembali...

Saturday, May 28, 2011

Bukan BIASA nya

Tiba-tiba saja, seorang pembalap (pemuda berbadan gelap) yang juga sama-sama berstatus sebagai penumpang Bis DAMRI menuju bandara Soeta.

"Heh Mas, ini bis yang akan berangkat pertama ya?" suara pemuda itu mengarah kepadaku. " i...i...iya bang, ini kan bis yang paling depan" jawabku agak sedikit takut campur curiga dan campur baur.

"Gue khawatir yg belakang duluan yang berangkat..." tambah pemuda itu. "Biasanya sih, bis yang depan ini yang berangkat duluan, bang"Jawabku menimpali dengan penuh keyakinan.

Si pembalap tadi berkata lagi "Jangan-jangan gak BIASA lagi..". Aku pun lalu ngeloyor menuju bangku barisan belakang tanpa menghiraukan si pembalap tadi. Dalam hatiku menggerutu, "gimana sih tuh orang, tadi nanya, dah dikasih tau malah gak percaya-an".

Tidak berapa lama kemudian...Bis DAMRI yang paling belakang berangkat duluan...WADUH!

Terima kasih bang,....

Thursday, May 26, 2011

0 - 2H


Wahai para juragan, gimana semangatmu hari ini?

Semoga hidup yang selalu kita tapaki dan jalani dengan sepenuh hati dan dengan keberanian luar biasa selalu memberikan kita keberkahan yang inspiratif, dan apapun yang telah terlewat selalu menjadikan kita pribadi yang baru, kuat dan mandiri...ayo warnai harimu gan!
Judul postingku kali ini agak sedikit bernuansa angka, entah kenapa tiba-tiba berkelebat meloncat kesana-kesini, begitu gembiranya hari ini (walah)...karena saking cepatnya perpindahan ide bukan ida, telah memaksaku untuk menuliskan 0 (baca; Nol/Zero) 2 (baca; to) dan terakhir H nya ini bukan Hidrogen tapi HERO (bukan juga merk supermarket/swalayan), memang judulnya terkesan keren walaupun sering kita dengar dan telah dibahas di berbagai literatur blog atau buku sekalipun, from zero to be hero, tapi aku coba simpelkan menjadi 0 2 H, lebih gampang and cepetnya dari angka nol ke angka dua terus jadi H, mudahan-mudahan nyambung...klik.

Angka Nol sering didefinisikan sebagai bentuk ke-tak bergerakan atau kondisi off (diam) atau menunjukan tidak melakukan aktifitas ataupun ada aktifitas tapi tidak ada "ngepek"(pengaruh), bahkan bahasa angka 1 dan anka 0 adalah bahasa program yang kodegikasi kedua angka tersebut sangat dibutuhkan, baik angka 1 duluan atau angka 0 belakangan dan sebaliknya. Nol memang luarbiasa berserah diri terhadap ketidak berdayaan, atau suatu kondisi tidak ada, atau kondisi tidak memiliki sesuatu...pokoke hidup nol! maksudnya mengingatkan bahwa dulu kita semua pada kondisi yang sama yaitu nol besar.

Hero atau kata "pahlawan" berasal dari bahasa sansekerta phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama. ada lagi definisi yang agak sedikit ngejelimet...kalo sekupnya misalnya pahlawan nasional Indonesia ada aturannya kayak gini nih gan; nyang dimaksud dengan PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA adalah.....eng-ing-eng;
  1. Warga Indonesia yang telah meninggal dunia.
  2. Telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata, perjuangan politik, atau perjuangan dalam bidang lain mencapai/merebut/mempertahankan/mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  3. Telah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.
  4. Telah menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia
  5. Pengabdian dan perjuangan yang dilakukannya berlangsung hampir sepanjang hidupnya, tidak sesaat, dan melebihi tugas yang diembannya.
  6. Perjuangannya mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.
  7. Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan/nasionalisme yang tinggi.
  8. Memiliki akhlak dan moral yang tinggi.
  9. Pantang menyerah pada lawan ataupun musuh dalam perjuangannnya.
  10. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang merusak nilai perjuangannya. (dari om wiki)
Kayaknya kita cukupkan saja ya gan, terlalu berat kajian tentang pahlawan nasional Indonesia, kita buat simple aja dan memang sengaja selalu diulang-ulang kata simpel ini, baik yang huruf "e" nya di belakang maupun huruf "e" diapit oleh huruf "P dan L". Menjadi Hero (pake ini aja ya gan, biar keren dikit, karena dulu pasti kita pernah ngebayangin menjadi superhero tapi bukan yg CD nya diluar-soriii) bukan berarti harus mati bin tewas dulu kan? atau menjadi hero bukan berati harus bertempur angkat senjata membela yang benar, klo mati masuk surga :D, yang jelas bukan burem (halah), yang baik bukan yang buruk (halaaaah). Hero dalam artian diri kita sendiri aja yang lebih gampang dan simpel (tuh kan diulang-ulang lagi), gak perlu sampe menjangkau alam semesta apalagi alam kubur bisa berabe (susah) tapi klo sudah menjadi hero bin pahlawan bagi diri kita ndiri, wuih dah luar biasa ajib jossh bin top markotop.

Lebih pasti lagi dari ketidak adaan, kelemahan dan segala kenestapaan yg ada (dangdut bgt ya), mencoba sekuat tenaga, semaksimal diri, sekuat asa membumbung, seasin garam dilautan, selama waktu masih terus berputar kencang.....Ayo jadi pahlawan buat diri kita sendiri, menjadi bermanfaat pada akhirnya (menundukkan kepala, meneteskan airmata, sujud syukur.....)

Terima Matursuwun Kasih,
u could be Hero....even for 0ne day!

Wednesday, May 25, 2011

Try [not] to CRY


Selamat berjuang kembali sahabat,....
Memang terasa berat kembali melangkah untuk menggapai cita; mencari makna; merekat asa dan merajut rasa...tapi apa boleh buat, kaki yang sudah melangkah pantang surut kebelakang. Memang terasa sebentar sua kita bersama, terasa baru kemarin, terasa baru sebentar saja, tapi ini memang hakikat hidup diunia bukan? ada datang; ada pergi, ada siang; ada malam, ada perempuan; ada lelaki, ada baik; ada buruk, dst...

Memang kata yang paling sulit adalah kesempurnaan dan kata yang paling sejuk adalah salam, begitulah ungkapan yang disampaikan bijak bestari, mari kita coba jalani kembali dengan sepenuh hati hidup yang memang sebentar, dengan memperbaharui kembali komitmen serta kesungguhan, sambil mengevaluasi perjalanan hidup kita sendiri, apakah sudah berarti?sudah sejauh manakah itu bermakna?

Mencoba tetap bertahan dalam kerinduan...sekali lagi
Try not to cry...

Friday, May 20, 2011

MISSING....


Sejak kapan ya kira-kira kita mengenal kata kehilangan? mungkin kita kan semakin mengerenyitkan dahi yang terkadang perbuatan tersebut tak terlalu dibutuhkan sangat, ketika kita ditanya dengan hujaman pertanyaan yang tak berkesan, sebagai contoh "kapan pertama kali kita kehilangan uang?", kapan pertama kali kehilangan buku?dompet?topi?bolpen?pensil?..dan seterusnya asalkan tidak ditanya "kapan pertama kali kehilangan ingatan???"..hehehehe sudah pasti itu sebutannya GILA @$#$^&#*(!),...

Seberapa besarkah arti kehilangan menurut kita sendiri, memang biasanya kita kan merasa sangat membutuhkan atau sangat mengerti makna kehadiran itu, jika kita sudah tidak memiliki lagi atau sudah mengerti apa itu hilang, se'ep, abiss, nihil, nol besar, bures....semakin bermakna terhadap peran hidup kita maka akan semakin besar rasa kehilangan itu, bukan?

Ada apakah dibalik rasa kehilangan itu? suatu saat kita pernah kehilangan uang dalam jumlah yang sangat besar, apa yang akan kita rasakan?apa yang akan kita perbuat? yang jelas kita akan bersusah payah untuk mencari gantinya kan? atau kita angkat kedua tangak kita tinggi-tinggi sambil teriak-teriak "AKU MENYERAH", atau angkat kedua tangan setelah itu angkat kedua kaki dan...abrakadabrah!!!! selamat ya anda telah berhasil menghilang dari alam fana ini. STOP! berarti kita semua akan atau telah merasakan, mengalami, menyadari arti dari kehilangan itu sendiri...that's de point!

TERNYATA! yang kita telah anggap hilang itu kembali lagi....Apa yang akan kita lakukan? pasti rasa kehilangan yang begitu sangat kini menjadi berubah seketika, itu pula akan menjadi sebuah bentuk tanda jadi kesyukuran yang meluap-luap tak terkira batas teritorial antar negri dan alam bawah sadar???...akan tetapi kita juga harus memaklumi adanya bahwa kembalinya sesuatu dari tidak ada menjadi kembali ada, butuh WAKTU yang dapat disandingkan dengan makna sabar, karena kita pasti terkoneksi 2 dan 3 dimensi dengan jaringan waktu yang disebut si SABAR itu sendiri.

Sooo, kita pasti paham dan mengerti, bahwa kehilangan bukan segala-galanya, karena yang hilang suatu saat akan kembali lagi dalam bentuk atau wujud yang sama, menjadi lebih baik, atau tergantikan menjadi rupa yang beraneka ragam atau juga tidak didunia ini gantinya....hmmm, Don't worry aja pilihannya !

Terima kasih waktu,
karena mu aku telah kehilangan, dan karena mu juga aku pasti kembali lagi !
...hujan pun kini mengguyur kampungku, ku tatapi rinainya mengalun, dibalik gubug reot berwarna hijau kumerindui mu...

Thursday, May 12, 2011

Drive or Driven?


Akan menjadi banyak arti dan manfaat dibalik kata syukur yang padanya kita selalu ucapkan, entah sudah berapa banyak kata syukur telah menghiasi teras hati yang terbentang. Memiliki prasangka adalah hal yang wajar, tapi apakah akan menjadi lebih gila ketika prasangka menjadi dominan dalam peran pengganti setiap harinya, memang bukan topeng yang tak mudah terbuka tapi karena masih saja keburukan dapat tertutupi dengan rapi, bukan karena pilihan juga akhirnya mendapatkan grade A+ dengan sekejap, atau bersiaplah untuk tetap bergerak atau tetap dinamis akan setiap harinya...Trus, apa kaitannya dengan drive atau driven? tinggal dipilih saja, mana yang sesuai dengan keinginan anda. Apakah anda yang digerakkan atau anda yang menggerakkan!

....dibalik kesyukuran kucoba berteduh!

I'm Coming Home....


Apakah tak siap menang, apakah terlalu banyak berharap sehingga impian indah tak juga berganti, apakah rasa bangga tak dapat menyelip dan merasakan secuil damai walau sekejap.
Kita semua merupakan harapan, semua cita dan cinta; adalah milik hari esok yang terus menanti, jadi pecundang atau tak jadi pemenang apakah akan berarti. dalam Mungkin tak kan pernah hilang makna irama langit biru yang tak bertuan lagi ditinggal mati, telah terbentang luaskah pergantian generasi penjaga masa depan yang mendamaikan sepanjang hari.
Ku tidak pula lupakan terseoknya hidup meninti kegelisihan yang mulai beranjak pergi jauh dan hilang ditelan lambaian tangan..........jauuuuh. Ingatlah kawan ketika ku juga pernah berlairian bersamamu, menantang masa depan, pernah juga kitaterjatuh terbaring amati langi-langit malam, dan aku juga pernah mengenang langkahku yang kian bersemi dipermulaan gerimis yang mulai mereda dipinggir pematang hatimu, tidak akan hilangkah dari kalbumu itu kawan. Kampungku adalah memori terpendam sepanjang masa, engkau kuhargai walau sebatang kara, apakah napasmu telah membuka peluang dalam-dalam, apakah kepak telingamu semakin membumbung semangat mencaci tangisanku yang tak pernah berhenti menjadi harimau pemalu, ataupun sikapmu yang terngiang-ngiang dijendela hati tetangga, apalagi pelita kejora itu kini telah habis sirna semerta-merta yang siap bergoyang lidah bercerita.
Sial memang bukan kata yang cocok meluluh lantahkan kesepian yang datang menggelitiki dan menggerayangi kerinduanku untuk beranjak pulang. Birunya langit disini memberi arti ketentraman lubuk jiwa tak berpendar, bagiku kebohongan mimpi buruk mendera cobaan dan menguatkan artikulasi kebertahanan semu, berjuta metode bahasa puitik berbakti mengisi blog reseh ini, tak kembali mengenal waktu seakan saling berpegangan dengan kebiasaan positif yang sedikit otodidak karatan.
Hidup pasti memilih kepastian, atau mungkin ku salah mengekspresikan arti cinta yang sesungguhnya, tetapi hati ini juga yang memaksa selalu berhimpitan dengan kekosongan jalan yang berusaha terlelap sendiri. Tetapi hatiku memang selalu membuat langkah baru agar tak berhenti, berharap tak terjatuh dan menjadi seumur jagung, berharap tak melewati rute yang menjadi legenda para pujangga dan bestari, walau kupulang tanpa canda tawa tapi ku lihat terang senyumnya itu, yang telah membuat terang jiwa ini pun menenang, sudah pasti kan kuledeki ungkapanku yang lebih banyak narsis dan opurtunis bin skeptis, tapi bukan rindu yang kesiangan yang ku bawa pulang, bukan juga meratapi galian panjang masa depan yang cenderung mem-boring-kan. Ingatlah kawan, kau pernah gariskan dengan indah tanpa ruas nyata, tanpa luka yang menghampiri, kau memang memberiku rasa yang berbeda, ku rasa ku tak salah mengartikan cinta tulus yang meninggikan kata setia sebagai bendera dan genderang sederhana sebagai selimut hangatnya. Sudahlah, kuberi kau kata sayang, titik!

Kusimpan untukku sendiri....I'm Coming Home


Tuesday, May 10, 2011

It's all about...


Sejenak menunggu mei ini bergulir, kerinduanku selalu nangkring membawa sebuah juntai selamat menikmati, perjalanan di pagi buta telah membawaku menuju peradaban dunia, i dont know why i can't keep my eyes of you..."dasar melo" ah, dodol lipet (off).
Berurusan dengan duniaku, penuh dengan warna-warni kegalauan, Nothing to lose, just keep trying for a better reason.

Selama rumput belum kering memanggil suara riak ilalang yang terus melambai dan teriakkan kata pulang, tenang kawan.. ku akan tetap berdiri menapaki angin, apakah kau terus berfikir untuk dapat membunuh sepi yang menggeliat disini, apakah karena rembulan malam ini malas bersinar atau sedang pening karena training MATLAB? dengan harap dapat mengontrol perasaan hati sesuai dengan pesanan kodefikasi murni selaput mimpi yang tak terjabar dengan mudah...doing in here.

I want you to know...bukan jawaban iya yang selalu ku butuhkan tapi keselarasan antar kerja otak, dimensi hati dan artikulasi, apakah kau juga mencari sebuah arti, sebuah deskripsi tenang menuai hidup yang terkesan naif, bukan karena mencoba untuk menyerah atau sekedar beristirahat di teras kesendirian, and it's not easy!

Ini bukan sesuatu yang tertunda, yang tak cukup untuk sadarkan ungkapan rasa cinta dan rindu (semoga... sempat kunyatakan), tapi khawatir terlalu sederhana seperti kebanyakan ombak yang membelai rangkaian kata-kata apa adanya, tapi telah ku kebiri sepi yang datang agar dia tak lagi terbata-bata ungkapkan tentang kesunyian.

Even heroes have the right to dream....
dipenghujung malam ke 12 hari bulan, Gotta keep tryin'
Inilah kesungguhan rasa,..

Wednesday, May 4, 2011

Aku, kamu, kita...& kurva kehidupan


Selepas pulang laporan kepada"BigBoss" dipagi hari yang cerah untuk memulai pagi ini, sekejap namun jelas tertangkap oleh alam nyata penuh selera dan tanda tanya besar yang mengganggui namun cenderung merecoki tingkah polah perkembangan otak ini melakukan "mind mapping" secara random dan fleksibel...sebuah pertanyaan tentang How's your life, frens?
Bagaimana kurva kehidupanku? setiap kita memang mempunyai dan memiliki kurva dan mungkin telah menghasilkna bentuk kurva yang semut (baca:smooth) dari kehidupan yang telah digariskan dan telah kita campur dengan pilihan2 serta tarikan2 hawa nafsu yang datang silih berganti bagai anak kecil yang ingin sekali, seneng sekali, kepengen (mupeng-muka pengen) dengan ais krim (ice cream).....klo kurva kehidupan kamu?

Memang pelajaran kurva meng-kurva telah kita kenal semenjak matematika menjadi mata pelajaran (matpel) khusus yang terkadang menjadi horor dan tak bertuan rumah kosong melompong, jadi agak sedikit lier, puyeng, pusing, pening dan menjadi mara-bahaya karena gurunya killer and gak suka ngiller....hayo, itu kamu yg dipojok- coba buat kurva untuk persamaan seprti bla, bli, blu, ble, ubluk-ubluk, eblek-eblek, oblok-oblok, jus name it! yess i can.
Seorang mentor kita semua, telah mengingatkan semenjak jaman kuda gigit besi dan semilir angin melambai menyapa nyiur dipantai serta tepat dibawah garis khatulistiwa "kondisi kehidupan kita itu naik dan turun..." am i right? nah, kebayangkan bagaimana nge-plot, melihat ulang kaji tentang kurva kehidupan kita sendiri.

Jika kurvanya ideal, mirip nya itu persis dan sama, maka bisa jadi akan tergambar juga biaya hidup yang telah terpakai, pendapatan bin gaji bin insentif, bin bonus dan bin yang masih banyak lagi tak bertuan. Apakah sekarang kita jadi mundur? atau lets say....berhenti sejenak dulu, pikir-pikir....apanya...apanya....aaaaaapanya dong, dang-ding-dong (*jadul mode ON). Don hepi bi wori...eh Hepi Don, wori yess...halaah kenapa jadi pinang dibelah kampak dan hasilnya dijual menjadi setali tiga uang???.

Aku ini, kamu, kita ....yang sekarang dan sampai detik ini telah membaca dan menjalani kehidupan ini dengan selalu optimis namun sedikit narsis dan tetap necis, pernah dilahirkan oleh ibu kita tersayang (sambil melantunkan tembang bg.iwan...ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintang untuk aku anakmu....seperti udara kasih yang engkau berikan, dengan apa ku membalas..iii...buuuu) I Lop U mom! wokeh balik lagi, sudah dilahirkan, sudah bersekolah (karena belajar gak perlu sekolah bener gak!), sudah berkeluarga, sudah mempunyai karir, sudah ini, sudah itu, dan tinggal menunggu giliran nomor kita dipanggil dan kembali kepada Sang Pencipta.

Sudah punya gambaran kurvanya kan? yang pasti kurva kita sendiri...jangan khawatir aku, kamu, kita semua pasti disuruh presentasi semua kenapa bisa begini dan begitu. Mumpung masih bisa di re-plot, mumpung masih urip, urap dan arif....let's Rock Your life, Bro!!!

...menjelang pagi bersama kicauan binatang hutan dan bunyi alarm bersahutan.
Woooi...guys baguuuuuun!


Pengamat Vs Pengamal


Bro, bener gak klo mengamati sesuatu itu lebih enak? apalagi mengamati keindahan atau mengamati sesuatu yang membuat hati kita merasa tentram, adem, ayem, mingkem...kegiatan pengamatan menurut bang wikipedia begini katanya: Pengamatan adalah aktivitas yang dilakukan makhluk cerdas, terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuahfenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian.

Yang menjadi pertanyaan lebih lanjut lagi, mana lebih gampang menjadi pengamat atau menjadi pengamal?

Jom, kita belajar mengamati sekaligus mengamalkan!
...awal bulan mei yang mulai sepi.

Monday, May 2, 2011

Someone Told Me...


1. Mistakes teach you important lessons.
The biggest mistake you can make is doing nothing because you’re too scared to make a mistake. Remember, if you never act, you will never know for sure, and you will be left standing in the same spot forever.

2.Find hard work you love doing.
If you catch yourself working hard and loving every minute of it, don’t stop. You’re on to something big. Because hard work ain’t hard when you concentrate on your passions.

3. Invest time, energy and money in yourself every day.
You are simply the product of what you know. The more time, energy and money you spend acquiring pertinent knowledge, the more control you have over your life.

4. Explore new ideas and opportunities often.
The more unique experiences you have, the more interesting your story gets. So seek as many new life experiences as possible and be sure to share them with the people you care about. Not doing so is not living.

5. Always be honest with yourself and others. – Living a life of honesty creates peace of mind, and peace of mind is priceless. Period.

Thanks bro...and you've shared your dreams with me!

Sunday, May 1, 2011

Are you rich???.....Listen


Some might say you are rich, so remember to be grateful for all the things you do have...

Frens, apakah ketika kita masih terus maju menjadi pemenang? sejak dalam pertandingan yang lalu dan pernah bersaing ketat menjadi seorang manusia dan sehingga terus melangkah menjadi dewasa, apakah kita tetap meilhat kedepan tanpa rasa takut dan murni dengan menjadi diri sendiri...be your self, right! Ah, bahagianya kita merindukan langkah kaki kita sendiri.
Apakah kata2 menjadi terbaik, menjadi kaya, menjadi pintar, menjadi sesuatu...adalah ribuan kata yang selalu menghantui dengan iringan irama sinetron yg selalu berhasil meyakinkan kita bahwa menjadi kaya dan memiliki semuanya adalah kunci kesuksesan hidup....Masih pantang menyerah untuk terus melangkah tanpa rasa bosan dan jemu?Apakah saat terindah ketika memiliki sesuatu atau saat kita kehilangan sesuatu yang berharga dan kita mulai belajar memahaminya,..atau ternyata pemahaman kita terhadap segala sesuatu adalah hal basic fundamental for beginers like me either...apakah pelukan kita terhadap asa, terhadap tujuan hidup, hala tuju, matlamat, goal, focus, menjadi sebuah kata keramat yang sangat membuat kita jadi hektic, sengsoro, bikin illfill, mual dan membuat badan merinding, tentu bukan itu semua kan?life is short...sedihmu itu tak ada arti, gan.

Kemesraan hidup dimasa kecil, dimasa sekolah, masa remaja, masa membangun impian, tak takut dengan celaan dan cemoohan, biarlah semua menggonggong tapi khafilah tetap naik motor dan ngebut, apakah kita masih memperdulikan hal2 yang merintangi, berlari dikejar mimpi...sekarang mimpi kita kejar, begitu mesranya ketika kesusahan, kepedihan, kesedihan, kelaparan datang silih berganti dan semuanya menjadi satu bukan hanya hitungan hari, tapi hati ini pun berubah dan berbolak-balik dengan cepatnya, apakah kita perduli?

Apakah kisah hidup kita tak satupun membuat kita bangga, tak membuat kita bersyukur apakah malah bertanya-tanya besar, apakah masih juga menunggu untuk sampai pada level kaya, atau sampai level tertentu yang menjadi tujuan hidup harapan bangsa-negara, agama, nusa dan bgsa...komplit poll? apakah masih tetap mencari alasan yg para motivator selalu bilang NO Excuse! hiduplah diatas garis, Be Optimis,...sampai bahasan seni dalam artian luas, seni berbicara, seni beladiri, seni menata hati, seni merangkai kata, seni berperang...soo?Semoga bersatu selalu!

Pernah berjalan di tepi pantai, yang anginnya menyejukkan hati yg birunya langit menanungi dengan seksama, melewati dengan iringan deburan ombak yang mengikat janji hati kita, ku akan kembali lagi, ku akan nikmati lagi, ku akan cari lagi...apakah semua tlah kita berikan semua yang terbaik sampai terhenti nafas yang mendamaikan kisah perjalan hidup seorang anak manusia...setelah itu kita pasti berjanji, hari ini, esok pagi, malam nanti...it's all about me?
Karena kita diciptakan dari kejadian yang sama, serupa dan tak beda, bukan karena teori menyesatkan darwin, atau terinspirasi oleh kata2 nietsce (mudah2an bener ejaannya)...

Apakah fikiran yang terbentuk membuat kita kecewa dan terus menahan himpitan hidup yang tak berkolerasi dan berbanding lurus atau terbalik dengan apa yang terjadi, teman dekat, sobat karib, soulmate pernah berkata, jangan berubah karena manusia, janganlah pernah berubah dan mencoba menjadi bukan diri kita, klo memang karena manusia berati kita sudah mempunyai kesiapan hati untuk menerima kekeewaan duka lara karenanya...sesak!

Masih berfikir miskin sementara mentari emnyinari tanpa bingung tanpa ragu, apakah masih bisa merasa lapar, masih bisa merasa sedih kan, masih bisa setia-kan, untuk terus bersanding hidup dengan semua harapan yang akan menepati janjinya untuk datang menghampiri membawa hasil atas segala usaha yang telah dikerjakan. Jika memang sudah penuh perut kita terisi 3x sehari ,terkadang sampai kekenyangan (ada yg terbuang juga kah?), mungkin tidur juga tidak diluar rumah, ngemper, gelar kardus bekas di pinggir jalan, berteduhkan pohon rindang, masih punya pilihan baju yang akan dikenakan pagi ini, malam, masih bisa menyisihkan seperak-dua perak, merasa aman, nyaman dan menarik nafas lega karena amannya tempat kita, air yang kita minum gratis...tis...tis, masih bisa pergi ke dokter, ke puskesmas, klinik dan sarana pengobatan lainnya, masih bisa mengakses Internet seperti sekarang ini, duduk membaca artikel sambil ngemil dan masih bisa memilih dengan bebas apa yg akan dibaca, apa yg akan dicari...saya, anda, kita..ternyata KAYA...ternyata penuh dengan kesenangan hidup bukan? Alhamdulillah...


Kehadiranmu yang mebawa arti dalam hidupku....
Ku coba menghapuskan kerinduan sekali lagi!

@Pahang, menjelang siang