
Selepas pulang laporan kepada"BigBoss" dipagi hari yang cerah untuk memulai pagi ini, sekejap namun jelas tertangkap oleh alam nyata penuh selera dan tanda tanya besar yang mengganggui namun cenderung merecoki tingkah polah perkembangan otak ini melakukan "mind mapping" secara random dan fleksibel...sebuah pertanyaan tentang How's your life, frens?
Bagaimana kurva kehidupanku? setiap kita memang mempunyai dan memiliki kurva dan mungkin telah menghasilkna bentuk kurva yang semut (baca:smooth) dari kehidupan yang telah digariskan dan telah kita campur dengan pilihan2 serta tarikan2 hawa nafsu yang datang silih berganti bagai anak kecil yang ingin sekali, seneng sekali, kepengen (mupeng-muka pengen) dengan ais krim (ice cream).....klo kurva kehidupan kamu?
Memang pelajaran kurva meng-kurva telah kita kenal semenjak matematika menjadi mata pelajaran (matpel) khusus yang terkadang menjadi horor dan tak bertuan rumah kosong melompong, jadi agak sedikit lier, puyeng, pusing, pening dan menjadi mara-bahaya karena gurunya killer and gak suka ngiller....hayo, itu kamu yg dipojok- coba buat kurva untuk persamaan seprti bla, bli, blu, ble, ubluk-ubluk, eblek-eblek, oblok-oblok, jus name it! yess i can.
Seorang mentor kita semua, telah mengingatkan semenjak jaman kuda gigit besi dan semilir angin melambai menyapa nyiur dipantai serta tepat dibawah garis khatulistiwa "kondisi kehidupan kita itu naik dan turun..." am i right? nah, kebayangkan bagaimana nge-plot, melihat ulang kaji tentang kurva kehidupan kita sendiri.
Jika kurvanya ideal, mirip nya itu persis dan sama, maka bisa jadi akan tergambar juga biaya hidup yang telah terpakai, pendapatan bin gaji bin insentif, bin bonus dan bin yang masih banyak lagi tak bertuan. Apakah sekarang kita jadi mundur? atau lets say....berhenti sejenak dulu, pikir-pikir....apanya...apanya....aaaaaapanya dong, dang-ding-dong (*jadul mode ON). Don hepi bi wori...eh Hepi Don, wori yess...halaah kenapa jadi pinang dibelah kampak dan hasilnya dijual menjadi setali tiga uang???.
Aku ini, kamu, kita ....yang sekarang dan sampai detik ini telah membaca dan menjalani kehidupan ini dengan selalu optimis namun sedikit narsis dan tetap necis, pernah dilahirkan oleh ibu kita tersayang (sa
mbil melantunkan tembang bg.iwan...ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintang untuk aku anakmu....seperti udara kasih yang engkau berikan, dengan apa ku membalas..iii...buuuu) I Lop U mom! wokeh balik lagi, sudah dilahirkan, sudah bersekolah (karena belajar gak perlu sekolah bener gak!), sudah berkeluarga, sudah mempunyai karir, sudah ini, sudah itu, dan tinggal menunggu giliran nomor kita dipanggil dan kembali kepada Sang Pencipta.
Sudah punya gambaran kurvanya kan? yang pasti kurva kita sendiri...jangan khawatir aku, kamu, kita semua pasti disuruh presentasi semua kenapa bisa begini dan begitu. Mumpung masih bisa di re-plot, mumpung masih urip, urap dan arif....let's Rock Your life, Bro!!!
...menjelang pagi bersama kicauan binatang hutan dan bunyi alarm bersahutan.
Woooi...guys baguuuuuun!
Bagaimana kurva kehidupanku? setiap kita memang mempunyai dan memiliki kurva dan mungkin telah menghasilkna bentuk kurva yang semut (baca:smooth) dari kehidupan yang telah digariskan dan telah kita campur dengan pilihan2 serta tarikan2 hawa nafsu yang datang silih berganti bagai anak kecil yang ingin sekali, seneng sekali, kepengen (mupeng-muka pengen) dengan ais krim (ice cream).....klo kurva kehidupan kamu?
Memang pelajaran kurva meng-kurva telah kita kenal semenjak matematika menjadi mata pelajaran (matpel) khusus yang terkadang menjadi horor dan tak bertuan rumah kosong melompong, jadi agak sedikit lier, puyeng, pusing, pening dan menjadi mara-bahaya karena gurunya killer and gak suka ngiller....hayo, itu kamu yg dipojok- coba buat kurva untuk persamaan seprti bla, bli, blu, ble, ubluk-ubluk, eblek-eblek, oblok-oblok, jus name it! yess i can.
Seorang mentor kita semua, telah mengingatkan semenjak jaman kuda gigit besi dan semilir angin melambai menyapa nyiur dipantai serta tepat dibawah garis khatulistiwa "kondisi kehidupan kita itu naik dan turun..." am i right? nah, kebayangkan bagaimana nge-plot, melihat ulang kaji tentang kurva kehidupan kita sendiri.
Jika kurvanya ideal, mirip nya itu persis dan sama, maka bisa jadi akan tergambar juga biaya hidup yang telah terpakai, pendapatan bin gaji bin insentif, bin bonus dan bin yang masih banyak lagi tak bertuan. Apakah sekarang kita jadi mundur? atau lets say....berhenti sejenak dulu, pikir-pikir....apanya...apanya....aaaaaapanya dong, dang-ding-dong (*jadul mode ON). Don hepi bi wori...eh Hepi Don, wori yess...halaah kenapa jadi pinang dibelah kampak dan hasilnya dijual menjadi setali tiga uang???.
Aku ini, kamu, kita ....yang sekarang dan sampai detik ini telah membaca dan menjalani kehidupan ini dengan selalu optimis namun sedikit narsis dan tetap necis, pernah dilahirkan oleh ibu kita tersayang (sa
mbil melantunkan tembang bg.iwan...ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintang untuk aku anakmu....seperti udara kasih yang engkau berikan, dengan apa ku membalas..iii...buuuu) I Lop U mom! wokeh balik lagi, sudah dilahirkan, sudah bersekolah (karena belajar gak perlu sekolah bener gak!), sudah berkeluarga, sudah mempunyai karir, sudah ini, sudah itu, dan tinggal menunggu giliran nomor kita dipanggil dan kembali kepada Sang Pencipta.Sudah punya gambaran kurvanya kan? yang pasti kurva kita sendiri...jangan khawatir aku, kamu, kita semua pasti disuruh presentasi semua kenapa bisa begini dan begitu. Mumpung masih bisa di re-plot, mumpung masih urip, urap dan arif....let's Rock Your life, Bro!!!
...menjelang pagi bersama kicauan binatang hutan dan bunyi alarm bersahutan.
Woooi...guys baguuuuuun!