Sunday, August 21, 2011

23 hari bulan - PulKam


Semakin terasa waktu berlalu begitu tak terkendali, semilir anginpun tak berdaya dipermainkan celotehan kumandang siang ini....

Alhamdulillah yang mesti; kudu; harus; dipanjatkan oleh seorang hamba yang bernama aku ini, masih dalam kondisi sehat wal afiat walau sedikit lapar (puasa kalee) dan telah memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan 1432H, walaupun sampai 23 hari bulan ogos ini (maksudnya tgl 23 bulan agustus :D) menjalani dengan penuh perjuangan dan tangisan rasa sepi jauh dari keluarga tercinta *ngucek-ngucek mata* bukan sedih tapi memang kelilipan...halah.

Entah kenapa, menjelang PulKam (pulang Kampung) makin jelas tergambar palang pintu depan rumah yang warnanya sangat sederhana tapi menyejukkan hati, hanya rumput ilalang pagarnya dan sejuk terbias dari dedaunan yang rimbun didepan rumahku...H-1 dititk nadir bukan diujung tanduk, dalam rangka memahami kejauhan yang terkadang melelahkan pelupuk mata mentap garis datar horison yang tak pernah pandang bulu, masih saja terbayang...sudah semakin jelas, sudah semakin dekat adanya.

Terima kasih Ramadhan

For me:
Jika saatnya tiba, risau pun akan mengajak sepi pergi karena rindu telah datang bergandengan dengan setangkup sayang...

pinjem gambarnya ya...(iya silahkan saja)

Master of Download


...Memang dunia tak selebar daun kelor, tapi sebanyak file donlotanmu.
Sebuah kelakuan yang agak unik baru-baru aja ditemukan dalam fase kehidupan era transisi dinegeri jiran ini, karena perbuatan ini terkait dengan hobi atau bisa dibilang sindrom benwit, seorang teman, kita sebuat aja si M, dia mempunyai hobi langganan rapidshare, terang saja semenjak berlangganan si M ini semakin rajin nyedot file2 yang terkait dengan riset atau sekedar ter-ingat melintas dikepala, apa-apa saja yang harus didonlot...jan.

Mudah-mudahan kebayang dengan kelakuan si M ini, mulai dari bedug subuh sampai subuh lagi, manteng-ngin di depan kotak persegi berbekal kabel LAN yang terkoneksi dengan kampus, kotak persegi itu sering kita sebut dengan Lap-Top, yaitu sebuah lap yang diletakkan di atas (top)...*ngarang.com* singkat cerita, dari mulai mendonlot, kemudian meng-ekstrak filenya, membuat folder, memindahkan ke eksternal harddisk...bayang pun, sebegitu panjang rantai makanan per-donlotan (mumpung masih langganan sedot terus ampe sum-sumnya).

Ngebayangin yang kedua, adalah sebuah pertanyaan, apakah semua yang didonlot itu akan dibaca, akan ditonton, akan didengarkan (music), akan ini akan itu?...diam2 aku coba hitung, dengan sekian ribu file movie (sebut saja si M ini orang yang SuFi-Suka Film & tivI) dan musik jadul, dan banyak juga file-file yang gak jelas tapi niat banget didonlot....sekian ribu file dibagi 24jam = 3 tahun waktu yang dibutuhkan untuk menonton, dan itu 24jam harus berada terus stendbay di depan laptop...mangtab + mangap + ngeces dikit. itu rata2 besar filenya 700Mb, belom yang 2 Gig sekali donlot, apalagi ada file yang didonlot dengan kualitas blueRay...sekali sedot 4gig 1 file...gile...gile...gile.

Seorang temen yang lain mengatakan...jangan-jangan sampe mati belom tentu habis di tonton...hahahahaha...jiahahahaha...nguakakakakak.

Akhirnya kami pun sepakat, menobatkan si M ini menjadi Master of Donlot......
*tepuktangan rame2* suit...suit...

Selamat ya kang,...

Friday, August 19, 2011

Jingga itu kamu

Memang ku akui, ku sangat menyukaimu duhai pelangiku. Spektrum warnamu yang membuatku merasakan keajaiban, diantara desakan merah dan kuning mu itu, menyebabkan ku tinggalkan saja lelah beban dihati sejenak, karenamu jingga.

Terkadang menyilaukan, terkadang begitu pendiam, terkadang warnamu bebas meng-eksplor warna primer hatiku, dan sekali lagi warnamun telah meninggalkan corak bebas berdetak dan kusebut kamu pelangi hatiku, dengan panjang gelombang berdimensi nano kaupun terus melangkah bebas menyeruak langit kalbu hatiku.

Walau kau sering disebutwarna sekunder, tapi kamu begitu sederhana menerangi kebekuan jalanku yang lugu menantang dunia, menelan semua debur warna lain yang beranjak mendekati, lama sudah jinggamu menyedot relung semata wayang hatiku ini.

Tunggu ya...aku pasti tiba mendampingimu, karena aku adalah cahaya. Ketahuilah jingga itu kamu, dan warnamu kian berseri...bersinarlah bersamaku - Cahaya.

#SalamON (OptimisNonstop)

Poskod Tanda Sayang

Semoga tak salah lagi meletakkan kata sayang diujung surat, tak lagi sepi kata karena tak bisa lagi meng-improvisasi hari-hari sepi tanpa banyak kata, hanya sedikit cuap pelangi yang berusaha menjadi terbaik menemani dari langit, karena turun menjadi pendamping hujan yang selalu setia tersenyum kepada dunia.

Dengarkanlah dan mengertilah, karena hari ini bukanlah semudah yang kau kira, terkadang mengejar fatamorgana, terkadang menyulam dalam deras tarikan dunia maya, sampai kau mengerti yang harus kau buat, karena biasanya setiap hembusan yang keluar merupakan jalan menuju sebuah cita bahtera yang akan terus berlayar menuju sebuah negeri kekal.

Berawal kata dari Post Code, tapi sebenarnya adalah kode pos dalam lain arti, tapi kemudian berubah menjadi PosKod lalu kutambahkan sayang, sehingga genaplah menjadi sebuah tajuk iseng yang melatih sel motorik abstrakstif membuat sebuah tulisan ditengah ibadah shaum Ramadhan. Poskod sayang, jika ini membingungkan...barlah tak mengapa karena tulisan ini adalah sebuah dramatisasi hidup dalam per-blog-an, biarkanlah...asalakan ku rajin menulis dengan penuh kenikmatan layaknya me-nyeruput secangkir teh hangat rasa strawberi...biarin aja ya...lupakanlah segala prasangka! Jangan lupa poskod sayang ciptaanku ini.

For me:
Biarkanlah rindu lupa menyampaikan pesannya, tapi dirimu sudah menjadi pelangi di setiap waktu...biarin aja. Lupakanlah yang gak penting, karena pelangi itu selalu indah.

Bersama derai hujan bagi tau...
@Gambang city....miss u so much.

Jalan Sehala "MERDEKA"

Bukan bermaksud melunasi janji bangsa yang mulai merangkak menuju cahaya, tetapi berusaha untuk selalu optimis mengikuti arah garis kuasa sang pencipta, bukan juga berusaha menutupi keadaan diri yang banyak kekurangan dan penuh dengan fatamorgana kebencian akan ketidak pastian hidup-sesekali melalui gelapnya sepi, tetapi itu semua adalah pertanda sebuah kedewasaan dalam melihat sebuah jalan perbaikan menuju sebuah kondisi instability tapi bukan uncontrol system.


Bukan sedang menunggu tanpa berbuat sesuatu yang berarti, terlebih lagi menunggu hujan yang sangat tergantung dengan suasana hati pemilik alam semesta...let it go...karena sering kali kita terjebak dalam kebutaan yang menyesakkan ulu hati, berlari-lari mengejar dunia parsial, kosong dalam semua tindakan, apakah ini semua sudah terasa mengambang, ingatlah semua kan kembali kepada-Nya. Berusaha menjadi moster tetapi takut pada cacing, jadi monster tapi takut pada kilat yang menyambar, remember...temani hari dengan spektum kata pelangi yang membiarkan diri tak lagi beranjak untuk pergi, terpesona dengan sunset diantara jenak kehidupan, karena sudah saatnya kita kembali mengarungi luasnya lautan rezeki, saatnya kembangkan layar dan yakinkan diri akan tiba esok pagi....

For me:
Jangan henti bertanya, jangan pentingkan cakap kata...karena semua pasti tiba saatnya.
bukan karena berada 66thn bangsaku "Merdeka"....tapi suara itu semakin jelas!

#OptimisKamiSepanjangHari

Thursday, August 11, 2011

Cahaya Sayang Kamu!

Dear my darling,

The longer I know you,
the more I love you.
Just when I think
I'vehad the fortune to witness
all of your inner beauty,
you reveal yet more
of yourself to me
and I fall in love
with you
all over again.

Love

***
Sebentar......bertepi merinduimu, hanya sepi bergelayut sambil tersenyum renyah.
Salam OptimisNonstop (ON)

Saturday, August 6, 2011

Anti-KLAKSON


" Itu pasti mobilnya Om Jon??? " tuti berkata sambil ngeliat dari balik jendela. Tanpa pikir panjang ayahnya pun bertanya dengan tegas plus heran.

Si Ayah; "Kamu kok tau aja sih tut, itu mobilnya Om Jon???"

Tuti menjawab dengan semangat 45; "Aku kan denger dari suaranya yah???" belum sempat sang ayah bertanya lagi, si tuti kecil menambahkan kata-katanya;

"Mobil Om Jon itu semuanya bunyi yah, yang gak bunyi cuma klaksonnya"....

Lho???

Pesan2:
Terkadang tidak semua yang kita inginkn akan terpenuhi, karena yang kita butuhkanlah yang akan diberi (*nyambung gak ya*)....*Ngibrit*
Thanks Mr. A.H

Sang Pematik (Trigger)


Wahai kenyataan...

Bukan maksud berbaik hati agar tak ada udang dibalik batu nisan, cuma sedikit sensi terhadap hidupmu yang kurang terawat resik, sedikit karat dan berkalung buram sebah gambaran kesombongan elegi rancu diri sendiri.

Cuma satu kata yang coba aku sampaikan kepadamu, tentang alam, tentang malam, tentang sebuah peristiwa alami proses pecerahan diri, ya sebuah proses tanpa henti dari sebuah perjalanan yang boleh dibilang panjang tapi bukan sebuah persemedian dalam mimpi dan jarang pulang kembali mengetuk pintu nurani, aku memang melihatmu adalah sebuah generator berdaya ribuan volt dan terkompersi dalam KW (kilo watt) tapi kenapa kau tak pernah gerakkan lagi, tapi kenapa kau tak nyalakan kembali, tapi kenapa banyak pertanyaan ragu yang tak lagi dijawab apa mungkin malu, apa munkin lari dari riak kecil kata penasaran, karena aku bertanya dengan simpul terbuka 24 karat kepadamu, apakah kau memang sang pematik itu?

Aku sangat suka ketika mengistilahkan dan menyandarkanmu pada kata sang pematik, sebuah kata sederhana pembebas sekat otak tak beraturan dan cenderung laminer, aku memang suka akan gaya yang terkesan turbulance tak beraturan dalam melihat sisi kecil sebuah kata petualangan hidup didunia fana bin morgana, tak kekal dan tak abadi. Terus terang dan terus bersinar adalah sebuah ungkapan agar kau segera mematik dirimu ,menghidupkan generatormu dan membangkitkan ribuan sel yang akan menunggu aliran energi blue core energi, karena akau tak mau kau menjadi sebuah prasasati sakral dan kemudian menjadi sembahan laksana berhala; lata, uza, mana, harley davidson (lho?)..

Cuma itu yang hendak kusampaikan dalam kurun waktu dan dari belahan dunia yang tak bertepi dan terkadang saling meng-ego tapi bukan bengong sendiri dan tak pasti, jadi sekali lagi kuyakinkan bahwa yang kau butuhkan adalah menjadi sebuah pematik, menjadi seorang yang mentrigger generator-generator yang dulu pernah kau impikana untuk kau ganti sparepartnya, kau upgrade softwarenya, kau program dengan bahasa semesta alam, bukan bahasa hipokrit, bukan bahasa yes man, bukan bahasa perut dan juga bukan bahasa asing, tapi yang aku pahami kau akan memprogram dan menanam dalam chip berteknologi nano sebuah tenaga sebuah bahasa yaitu bahasa Illahi, bahasa langit ketujuh...selamat kawan!

No-Line:
Dalam hamparan langit nan bersih berserah, lihatlah bahwa sepi memang ketika sendiri, lihatlah bahwa karena yang lain bersinar maka kau akan terkenang.

Thursday, August 4, 2011

BORANG - BORING


Bro, pernah denger kata Borang?

Berawal dari mata maka akan turun ke hati, apakah memang pribahasa itu selalu tepat digunakan ketika kita melihat sesuatu langsung dikirim sinyal dan frekuensinya menuju hati, ini bukan bahasan tentang hati terlebih bagaimana mempengaruhi hati seseorang, tapi ini terkait dengan tetek-bengek printilan pengisian borang, apakah menjadi sebuah kebutuhan untuk selalu saja diharuskan mengisi borang a, b, c sampai z, klo pun gak cukup buatlah a1, a2, aa, ab, dst, berbagai macam borang yang membuat kita boring berdering mengering terkaing-kaing terpelanting dan terguling-guling, kayaknya jadi gak penting....

Maknanya borang yang ada seperti fatamorgana, semakin diisi semakin membuat hati kita berkaca-kaca sambil bertanya "dah ganteng belom ya"?, borang yang lalu kemana datanya ya, apa tak terecord atau mungkin bisa di copas biar menghemat waktu saya yang sangat berharga karena sedang dahaga, apa tak pernah ter-save, selesai dibaca ditumpuk letak dipojok dan recycle...Ah berbaik hati sajalah berfikiran lurus saja agar membawa berkah, jika ini dianggap sebagai amalan baik, mungkin borang itu sebagai bentuk perapihan administrasi menuju sebuah peradaban jernama berlabel modern...betul..betul..ho'oh.

Inilah catatan kecil di tengah juta-an blog yang ada, walupun terkesan mengada-ada atau terkesan akan serpihan kata tentang Borang yang menjadikan hati ini semakin Boring melengking, bukan menyerah tapi berusaha utuk memberikan masukan yang simpel, walau ada sedikit soalan kecil, apakah setiap aktifitas kehidupan dunia yang kita lakukan selalu berhubungan dengan borang, klo sholat atau sembahyang itu sebagai salah satu jalan mengisi borang-borang amal baik kita di hari kekal nanti, mungkin itu disebut borang illahi...(ngarang abis plus maksa banget).

Ps;
Semaikan satu tekad, bahwa tak semua borang menjadi baik, tak semua yang baik harus mengisi borang...itulah makna kata BORING hadir. Yang namanya boring harap tunggu diluar....Siap grak (kata borang).

Puasa Nulis Ya..


Apakah harus berhenti menulis, sekarang?

Bagaimana ya menjawabnya, memang Ramadhan 1432H ini terasa beda,...ya iyalah, klo sama dengan tahun yang kemarin mah rugi atuhl, piye toh iki? Terkadang selera menulis turun seketika, apalagi mata yang sulit diajak negosiasi harga, bawaanya mau ibadah aja, dikit-dikit tidut, dikit-dikit tidur, tidur kok dikit-dikit...

Sebenernya jadwal nulis ingin mengkuti waktu sahur tapi apa daya perut tak sampai hati membiarkan berkejaran dengan si ngantuk yang selalu pelor (nempel molor + ngiler), bedug subuh ditabuh seiring bola mata bersepakat menutup lapaknya sampai jam 9 pagi, lagi-lagi menulis dipagi hari menjadi ogah, ada perasaan kaku, ada perasaan tak menentu apalagi perasaaan yang tak berbentuk, mencari-cari makna kata apa ini, apa itu, apaan tuh?

Tetapi apa memang harus mengalah? kalo menulis di waktu berpuasa membuat otak berkonspirasi kosong dan bengong menjadi pilihan, ah memang harus dibiasakan, karena seorang penulis pernah menggoreskan pengalamannya dengan makna berbukalah dengan tiga kata, apapun itu....ya buat aja tiga kata, kemudian tulis dengan bahasa yang mengalir dan dapat dipertanggung jawabkan dengan murni dan konsekwen diatas nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Catatan Penting:
Puasa hari ke 4......cuma kepengen bilang 26 hari lagi raya hehehehehe