Saturday, August 6, 2011

Sang Pematik (Trigger)


Wahai kenyataan...

Bukan maksud berbaik hati agar tak ada udang dibalik batu nisan, cuma sedikit sensi terhadap hidupmu yang kurang terawat resik, sedikit karat dan berkalung buram sebah gambaran kesombongan elegi rancu diri sendiri.

Cuma satu kata yang coba aku sampaikan kepadamu, tentang alam, tentang malam, tentang sebuah peristiwa alami proses pecerahan diri, ya sebuah proses tanpa henti dari sebuah perjalanan yang boleh dibilang panjang tapi bukan sebuah persemedian dalam mimpi dan jarang pulang kembali mengetuk pintu nurani, aku memang melihatmu adalah sebuah generator berdaya ribuan volt dan terkompersi dalam KW (kilo watt) tapi kenapa kau tak pernah gerakkan lagi, tapi kenapa kau tak nyalakan kembali, tapi kenapa banyak pertanyaan ragu yang tak lagi dijawab apa mungkin malu, apa munkin lari dari riak kecil kata penasaran, karena aku bertanya dengan simpul terbuka 24 karat kepadamu, apakah kau memang sang pematik itu?

Aku sangat suka ketika mengistilahkan dan menyandarkanmu pada kata sang pematik, sebuah kata sederhana pembebas sekat otak tak beraturan dan cenderung laminer, aku memang suka akan gaya yang terkesan turbulance tak beraturan dalam melihat sisi kecil sebuah kata petualangan hidup didunia fana bin morgana, tak kekal dan tak abadi. Terus terang dan terus bersinar adalah sebuah ungkapan agar kau segera mematik dirimu ,menghidupkan generatormu dan membangkitkan ribuan sel yang akan menunggu aliran energi blue core energi, karena akau tak mau kau menjadi sebuah prasasati sakral dan kemudian menjadi sembahan laksana berhala; lata, uza, mana, harley davidson (lho?)..

Cuma itu yang hendak kusampaikan dalam kurun waktu dan dari belahan dunia yang tak bertepi dan terkadang saling meng-ego tapi bukan bengong sendiri dan tak pasti, jadi sekali lagi kuyakinkan bahwa yang kau butuhkan adalah menjadi sebuah pematik, menjadi seorang yang mentrigger generator-generator yang dulu pernah kau impikana untuk kau ganti sparepartnya, kau upgrade softwarenya, kau program dengan bahasa semesta alam, bukan bahasa hipokrit, bukan bahasa yes man, bukan bahasa perut dan juga bukan bahasa asing, tapi yang aku pahami kau akan memprogram dan menanam dalam chip berteknologi nano sebuah tenaga sebuah bahasa yaitu bahasa Illahi, bahasa langit ketujuh...selamat kawan!

No-Line:
Dalam hamparan langit nan bersih berserah, lihatlah bahwa sepi memang ketika sendiri, lihatlah bahwa karena yang lain bersinar maka kau akan terkenang.