Bro, pernah denger kata Borang?
Berawal dari mata maka akan turun ke hati, apakah memang pribahasa itu selalu tepat digunakan ketika kita melihat sesuatu langsung dikirim sinyal dan frekuensinya menuju hati, ini bukan bahasan tentang hati terlebih bagaimana mempengaruhi hati seseorang, tapi ini terkait dengan tetek-bengek printilan pengisian borang, apakah menjadi sebuah kebutuhan untuk selalu saja diharuskan mengisi borang a, b, c sampai z, klo pun gak cukup buatlah a1, a2, aa, ab, dst, berbagai macam borang yang membuat kita boring berdering mengering terkaing-kaing terpelanting dan terguling-guling, kayaknya jadi gak penting....
Maknanya borang yang ada seperti fatamorgana, semakin diisi semakin membuat hati kita berkaca-kaca sambil bertanya "dah ganteng belom ya"?, borang yang lalu kemana datanya ya, apa tak terecord atau mungkin bisa di copas biar menghemat waktu saya yang sangat berharga karena sedang dahaga, apa tak pernah ter-save, selesai dibaca ditumpuk letak dipojok dan recycle...Ah berbaik hati sajalah berfikiran lurus saja agar membawa berkah, jika ini dianggap sebagai amalan baik, mungkin borang itu sebagai bentuk perapihan administrasi menuju sebuah peradaban jernama berlabel modern...betul..betul..ho'oh.
Inilah catatan kecil di tengah juta-an blog yang ada, walupun terkesan mengada-ada atau terkesan akan serpihan kata tentang Borang yang menjadikan hati ini semakin Boring melengking, bukan menyerah tapi berusaha utuk memberikan masukan yang simpel, walau ada sedikit soalan kecil, apakah setiap aktifitas kehidupan dunia yang kita lakukan selalu berhubungan dengan borang, klo sholat atau sembahyang itu sebagai salah satu jalan mengisi borang-borang amal baik kita di hari kekal nanti, mungkin itu disebut borang illahi...(ngarang abis plus maksa banget).
Ps;
Semaikan satu tekad, bahwa tak semua borang menjadi baik, tak semua yang baik harus mengisi borang...itulah makna kata BORING hadir. Yang namanya boring harap tunggu diluar....Siap grak (kata borang).
Berawal dari mata maka akan turun ke hati, apakah memang pribahasa itu selalu tepat digunakan ketika kita melihat sesuatu langsung dikirim sinyal dan frekuensinya menuju hati, ini bukan bahasan tentang hati terlebih bagaimana mempengaruhi hati seseorang, tapi ini terkait dengan tetek-bengek printilan pengisian borang, apakah menjadi sebuah kebutuhan untuk selalu saja diharuskan mengisi borang a, b, c sampai z, klo pun gak cukup buatlah a1, a2, aa, ab, dst, berbagai macam borang yang membuat kita boring berdering mengering terkaing-kaing terpelanting dan terguling-guling, kayaknya jadi gak penting....
Maknanya borang yang ada seperti fatamorgana, semakin diisi semakin membuat hati kita berkaca-kaca sambil bertanya "dah ganteng belom ya"?, borang yang lalu kemana datanya ya, apa tak terecord atau mungkin bisa di copas biar menghemat waktu saya yang sangat berharga karena sedang dahaga, apa tak pernah ter-save, selesai dibaca ditumpuk letak dipojok dan recycle...Ah berbaik hati sajalah berfikiran lurus saja agar membawa berkah, jika ini dianggap sebagai amalan baik, mungkin borang itu sebagai bentuk perapihan administrasi menuju sebuah peradaban jernama berlabel modern...betul..betul..ho'oh.
Inilah catatan kecil di tengah juta-an blog yang ada, walupun terkesan mengada-ada atau terkesan akan serpihan kata tentang Borang yang menjadikan hati ini semakin Boring melengking, bukan menyerah tapi berusaha utuk memberikan masukan yang simpel, walau ada sedikit soalan kecil, apakah setiap aktifitas kehidupan dunia yang kita lakukan selalu berhubungan dengan borang, klo sholat atau sembahyang itu sebagai salah satu jalan mengisi borang-borang amal baik kita di hari kekal nanti, mungkin itu disebut borang illahi...(ngarang abis plus maksa banget).
Ps;
Semaikan satu tekad, bahwa tak semua borang menjadi baik, tak semua yang baik harus mengisi borang...itulah makna kata BORING hadir. Yang namanya boring harap tunggu diluar....Siap grak (kata borang).