Semoga tak salah lagi meletakkan kata sayang diujung surat, tak lagi sepi kata karena tak bisa lagi meng-improvisasi hari-hari sepi tanpa banyak kata, hanya sedikit cuap pelangi yang berusaha menjadi terbaik menemani dari langit, karena turun menjadi pendamping hujan yang selalu setia tersenyum kepada dunia.
Dengarkanlah dan mengertilah, karena hari ini bukanlah semudah yang kau kira, terkadang mengejar fatamorgana, terkadang menyulam dalam deras tarikan dunia maya, sampai kau mengerti yang harus kau buat, karena biasanya setiap hembusan yang keluar merupakan jalan menuju sebuah cita bahtera yang akan terus berlayar menuju sebuah negeri kekal.
Berawal kata dari Post Code, tapi sebenarnya adalah kode pos dalam lain arti, tapi kemudian berubah menjadi PosKod lalu kutambahkan sayang, sehingga genaplah menjadi sebuah tajuk iseng yang melatih sel motorik abstrakstif membuat sebuah tulisan ditengah ibadah shaum Ramadhan. Poskod sayang, jika ini membingungkan...barlah tak mengapa karena tulisan ini adalah sebuah dramatisasi hidup dalam per-blog-an, biarkanlah...asalakan ku rajin menulis dengan penuh kenikmatan layaknya me-nyeruput secangkir teh hangat rasa strawberi...biarin aja ya...lupakanlah segala prasangka! Jangan lupa poskod sayang ciptaanku ini.
For me:
Biarkanlah rindu lupa menyampaikan pesannya, tapi dirimu sudah menjadi pelangi di setiap waktu...biarin aja. Lupakanlah yang gak penting, karena pelangi itu selalu indah.
Bersama derai hujan bagi tau...
@Gambang city....miss u so much.
Dengarkanlah dan mengertilah, karena hari ini bukanlah semudah yang kau kira, terkadang mengejar fatamorgana, terkadang menyulam dalam deras tarikan dunia maya, sampai kau mengerti yang harus kau buat, karena biasanya setiap hembusan yang keluar merupakan jalan menuju sebuah cita bahtera yang akan terus berlayar menuju sebuah negeri kekal.
Berawal kata dari Post Code, tapi sebenarnya adalah kode pos dalam lain arti, tapi kemudian berubah menjadi PosKod lalu kutambahkan sayang, sehingga genaplah menjadi sebuah tajuk iseng yang melatih sel motorik abstrakstif membuat sebuah tulisan ditengah ibadah shaum Ramadhan. Poskod sayang, jika ini membingungkan...barlah tak mengapa karena tulisan ini adalah sebuah dramatisasi hidup dalam per-blog-an, biarkanlah...asalakan ku rajin menulis dengan penuh kenikmatan layaknya me-nyeruput secangkir teh hangat rasa strawberi...biarin aja ya...lupakanlah segala prasangka! Jangan lupa poskod sayang ciptaanku ini.
For me:
Biarkanlah rindu lupa menyampaikan pesannya, tapi dirimu sudah menjadi pelangi di setiap waktu...biarin aja. Lupakanlah yang gak penting, karena pelangi itu selalu indah.
Bersama derai hujan bagi tau...
@Gambang city....miss u so much.
