Thursday, August 4, 2011

Puasa Nulis Ya..


Apakah harus berhenti menulis, sekarang?

Bagaimana ya menjawabnya, memang Ramadhan 1432H ini terasa beda,...ya iyalah, klo sama dengan tahun yang kemarin mah rugi atuhl, piye toh iki? Terkadang selera menulis turun seketika, apalagi mata yang sulit diajak negosiasi harga, bawaanya mau ibadah aja, dikit-dikit tidut, dikit-dikit tidur, tidur kok dikit-dikit...

Sebenernya jadwal nulis ingin mengkuti waktu sahur tapi apa daya perut tak sampai hati membiarkan berkejaran dengan si ngantuk yang selalu pelor (nempel molor + ngiler), bedug subuh ditabuh seiring bola mata bersepakat menutup lapaknya sampai jam 9 pagi, lagi-lagi menulis dipagi hari menjadi ogah, ada perasaan kaku, ada perasaan tak menentu apalagi perasaaan yang tak berbentuk, mencari-cari makna kata apa ini, apa itu, apaan tuh?

Tetapi apa memang harus mengalah? kalo menulis di waktu berpuasa membuat otak berkonspirasi kosong dan bengong menjadi pilihan, ah memang harus dibiasakan, karena seorang penulis pernah menggoreskan pengalamannya dengan makna berbukalah dengan tiga kata, apapun itu....ya buat aja tiga kata, kemudian tulis dengan bahasa yang mengalir dan dapat dipertanggung jawabkan dengan murni dan konsekwen diatas nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Catatan Penting:
Puasa hari ke 4......cuma kepengen bilang 26 hari lagi raya hehehehehe