
Frens, ada yang pernah bekerja dengan musuh?
mungkin kata musuh terlalu serem kali ya, untuk dibahas, cenderung kata musuh menggambarkan sosok orang atau pribadi atau apapun itu menjadi sesuatu yang menyeramkan, sebagai contoh bajaklaut bermata satu, manusia bermata satu, tangan satu, kaki satu, semuanya serba satu (kayaknya orang ini cacat bawaan ya). Apakah setan juga musuh kita?...klo ini jawabannya absolutely right? Klo dengan setan kita tidak berkompromi (apa ada yg pernah berkompromi dan berhasil--berhasil dibohongin lagi ke dua kalinya).
Musuh itu lebih enak kita terjemahkan dengan kata LAWAN (saya rasa andapun setuju dengan kata lawan tersebut, karena memang anda belum berkomentar apa2-maaf), klo pengertiannya lawan berarti dia itu musuh, nah klo musuh berarti di lawan, jadi mana lawannya musuh (halah...ngawur pisan), okeh begini aja; berkelahi, bertengkar, berperang, berjudi, bertanding, dsb adalah bisa jadi pengganti dari kata *musuh*, sehingga bisa juga menjadi sesuatu yg mengancam (kesehatan, keselamatan, dst). So, bagaimana caranya klo kita ternyata bekerja dengan musuh kita, lawan kita,...In the end of this conversation, seharusnya bekerja dengan siapapun tidak menjadikan majalah (baca:masalah), justru kita semua akan merasa tertantang dan bisa pertenteng bin bertolak pinggang sambil teriak-teriak "Aku Bisa" atau pun melompat riang gembira kesana kesini tiada angin dan tiada hujan sambil komat-kamit mulutnya dengan kata" YES...i believe i can fly "...Working with the enemy? Why Not....
...perkenalkan musuh bebuyutan saya....????
Ke-MALAS-an...sekarang pikirkan bagaimana agar MALAS menjadi SALAM---