Rumah berlumur cat hijau toska (katanya toska itu warna hijau yang agak menyala *penafsiran sendiri*) masih saja melintas bukan hanya sesaat tetapi selalu menghantui dengan segala ke-unikannya yang terkadang tak berkesan tetapi disuruh bayar.
Suatu malam yang cerah, diiringi dengan suara jangkrik yang sedikit usil dengan nada fals walau kepengennya dibilang sumbang, akhirnya suara senen-kemis yang keluar, akhirnya jangkrik pengisi bekground itu mulai bersiul-siul sembarangan, ngerak-ngerik kesana-kesini (gak usah ditafsirin jauh2 maksudnya).
Diruang tamu, sebut saja mpok ida sedang sibuk menyelesaikan tugas negara-nya yang sudah sebulan menumpuk dengan segala gundah gulanah ditambah perasaaan tak percayaan punya cucian bukan lagi semata wayang tapi seabreg budeg....sambil mengambil nafas dalam sedalam-dalamnya, satu persatu mpok ida mulai melakukan ritual nyosor kanan-nyosor kiri (baca:setrika baju)...huff....semangat lahir bathin! katanya berseloroh.
TERKEJUT!
Suara apa itu? gumam dalam hati mpok ida....tiba-tiba keluar dari ruang kamar tidur, sebut saja "ade" dengan membawa mobil hasil produk racun pencuci otak anak-anak; kartun disney, sembari asyik memainkan mobil2nya yang sudah hampir segerobak sampah bang dulloh (jangan dipikir siapakah dia?)....si ade pun mulai meneruskan suara-suara anehnya seakan-akan menyaingi "jangkrik keblangsak" yang sudah merenta dibalik batu itu.
Ade....kok suaranya begitu sih?" tanya mpok ida, pada si ade yang sudah 3,7 tahun lebih dikit kayaknya *garuk2 kepala*
"Iya dong mi...aku kan lagi nyanyi!...jawab polos dengan mimik serius layaknya satpol PP lagi razia pedagang yg berkaki lima.
Akhirnya mpok ida mendapatkan tiket gratis nonton konser tiada tara semalam suntuk, persembahan anaknya yang sudah mulai terinspirasi dengan jangkrik bersuara sedikit sember dan rada-rada sebel dengernya...hahahahaha.
Ini laguku...mana lagu mu?
