Begitulah hati dirundung rindu, ingin pulang menemui jalan untuk menyampaikan rindu tak hanya sepatah dua patah kata, aku menyebutnya sebuah dilema 3G (Gundah, Gulanah, Galau) komplit lengkap macam puyer bintang kejora pembangkit selera bunda dan semakin membakar dada, untuk segera sambil menyegerakan langkah yang sudah terbuat, menganyam jejak dinegeri sebrang ini.
"Kau yang mulai, kau yang mengakhiri.."
Begitulah temanku mengingatkan untuk segera bergegas, tangkas, cergas, cermat, cendikia, celana eh, maaf! begitulah pesan bertuah yang disampaikan teman kepada saya yang rada "ndablek" itu tapi guantengnya sedikit aja....klo yakin pasti usaha akan sampai pada tempatnya.
Rindu kepada mu, rindu kepada warnamu, rindu kepada celotehan jemuran reot yang sudah diamputasi kakinya beberapa kali karena memang sudah saatnya dilem biru tapi belum terealisasi menunggu kenaikan harga BBM nanti (*jaka sembung*), rindu kepada ruang depan sejuta ide dimana kita selalu berbagi nasi uduk dan mie kuah mpok ani, rindu oh, rindu sejuta makan yang berpendar selalu. Sepertinya ditengah himpitan kepentingan diri sendiri yang terkadang bersantai ria sejenak tak bisa lagi bernegosiasi harus secepatnya diakhiri.
*Untukmu 3G....elu...gue END!