Monday, April 9, 2012

1:40 am

Malam yang mulai kelam, bukan berarti NURANI juga dapat menjadi abu-abu, sepertinya rumah adalah jawaban atas segala sepi yang terperikan disini.Sepertinya sapaan purnama sudah mulai lewat dengan tenang bersama lilitan kesibukan seharian tadi.

JAUH!

Bukan karena karawang-bekasi yang tidak tahu tarif dasarnya berapa, tetapi karena jauh-dekat biasanya harganya sama, semoga kita dapat kembali ber-ikhlas diri, bukan karena berhitung dari 1 sampai 100, tapi karena kodok tak juga memanggil hujan, lalu kenapa pawang hujan juga berkata "no rain" sekarang sudah dapat dibeli ditoko klontong sebelah rumah..

SABAR!

Itulah kenapa kata 'sabar' selalu sesabar dirinya, sebut saja dia sangat sabar bangets, agar tak pernah dibatasi sampai kapan atau sekan mendekati garis batas semu sebuah pencapaian, jangan-jangan kita saja yang tidak sabar untuk berkata sabar, sepertinya tulisan ini pun membuat diri ini menjadi tidak sabar untuk cepat-cepat berhenti....sabar ya yang sedang membaca karena yang menulis juga sedang belajar bersabar untuk segera menetapkan tanda titik.

Pagi yang mulai mengetuk bilik hati, diantara desiran embun yang mulai mengering tergetar semilir angin, kicau pagi kemarin seakan terus memberikan semangat yang memaksa diri terus-menerus bercermin, sudahkan merasa ganteng? sudah dari dulu jawabku PeDe.

I just closed my eyes