Seminggu kedepan jendela asrama pelajar mulai tertutup rapat-rapat, libur setelah mid-semester membuat jangkrik-jangkrik berpesta-pora, menyuarakan kesepian kita yang tak terbahasakan oleh batu yang dipijak sang jangkrik, selamat berkonser ria ya, krik (nama okem jangkrik). Gak usah heran kenapa jangkrik jadi tertuduh, padahal sang jangkrik telah berusaha membela rakyatnya agar BBM (baca: bukan bahan bakar minyak, tetapi Bahan Bakar Me-ngerik...sebab itulah bahan bakar yang digunakan para jangkrikers).
KRIK...KRIK...KRIK!
Krik oh jangkrik, malam ini jangan kenceng-kenceng ya suaranya, sungguh mati-bosan yang luar biasa kau mendendangkan bahasa kalbu yang rada urakan ditengah kebon sawit seluas mata memandang. Lontong ya, jangan tolong, nanti bisa kenyang (bukan bahasa daerah bali). Gak masuk akal memang, apalagi masuk angin, wah bisa repot urusannya krik...kalo boleh terilah sebuah rikues dari ku..."Sendu-sedan" by galau band.
Lagi-lagi jarum pendek mulai pe-de-ka-te dengan angka 2 pagi, tapi kenapa irama 'mengeongmu' itu tak juga membuatku mengantuk....Hmmmm, padahal milo (bukan nama paslu eh falsu eh..lapsu...HALAH, susah banget pengen bilang asli aja...nah, bedakan! pegangan deh) diulang ah, milo hangat sudah habis bergalon-galon (agak hiperbol memang) tapi itulah malam yang pekat dinikmati diantara kepulan asap milo hangat.
Krik....satu album lagu dong!!!