Monday, July 4, 2011

Coming Home; Jiwa


Kawan Ketahuilah,
Sumber energi manusia baru bukan terlahir dari depan facebook atau banyaknya fans dan followers dan disertakan banyaknya bayaran hasil klik-klok rejeki dunia maya, apalagi sekedar menyibukkan diri dari muka depan satu orang, ke muka depan orang yang lain yang mungkin kita anggap istimewa, apa kau telah mendaptkan semua jawaban hidupmu?. Menurutku semua itu bullshit, semua itu fatamorgana dunia durjana, apakah semua seakan terbuai atau memang tanpa sadar, ber-'surfing' dengan kegemaran memakan daging saudara sendiri dibalik kata baik silaturahim atau dibalik sebuah nama 'sell your self widely' senada dengan World Wide Web (WWW) yang selalu kau khayalkan, atau memang ternyata kita telah dibutakan oleh awan hitam yang berarak berkejaran kesana-kemiri dengan membawa sekantong kosong buah khuldi untuk dirimu, diriku, diri-diri yang mudah layu dan mati, apakah kau juga siap menelan buah simala kama itu, buah yang katanya dapat merusak 7 lapis keturunan bumi dan seisinya nanti....

Kawan Lihatlah!
Banyak sudah korban berjatuhan dibalik kekejaman brainwash, dibalik kemunafikan arogan penyembah dunia berhala bernama hedonis dan adik iparnya bernama materialis, berkolaborasi menjadi satu membentuk tatanan dunia baru bukan diatas dunia, tetapi telah menapaki dan menggali dengan dalam, semakin dalam, kian dalam sehingga menjadi sangat dalam...sendirian dan sekarang tengah terhimpit dan terjepit sakit, siapakah kalian? Apakah tidak cukup bukti untuk menguatkan alam bawah sadarmu, bahwa gocekan demi gocekan telah berhasil dilampaui dan kini kau telah kehilangan arah, ah, dasar linglung.

Kawan Jawablah!
Dimana kini kau sembunyi? apakah diantara deranya hujaman film-film hollywood dan tetesan rinai sedih sinema bollywood atau terletak diantara koran-koran, web berita seribu rupiah yang menjajakan berita layaknya banting harga tanpa tedeng-aling tanpa ada sebuah kata masa depan, mengganggap orang dapat dibeli dengan berita pagi dengan gincu fana dunia dan sebuah make-up abadi menghancurkan generasi. Kawan sadarlah! ucapan terima kasihmu terasa kecil buat dunia ini, ucapan maafmu pun telah menenggelamkan sepanjang kau pandang andromeda bernama lain gugusan para penghamba dunia......

Sekian dulu kawan, aku akan pulang sendiri saja, sore ini dengan lantunan ketergesaan dan berburu waktu menuju kokpit....

***
Suara itu bukan jauh tetapi dekat, sumbernya pun tak pernah lekang waktu, bangunkan dia sekarang, itulah yang kusebut JIWA.