Saturday, July 16, 2011

Social Universal


Sob, kenapa kau membedakan antara kehidupan satu dengan kehidupan yang lain, memisahkan antara kehidupan religi dengan kehidupan sosialmu, memisahkan jauh antara kehidupan yang ada aturan setengah baku buatan manusia dengan aturan baku illahiyah (ke-Tuhan-an). Pertanyaanku kepada dirimu sob " apakah kau tidak cape deh...hidup dengan berbagai versi?"

Sob, mungkin ada benarnya peribahasa sekali merengkuh dayung 2 sampai 3 pulau terlampau-i, membuat kehidupan kita menjadi sebuah bangunan yang saling mengokohkan dan jelas arah serta jalan yang akan dilalui, apakah kau lupa dengan karakter jalan kebaikan, sob? Dengarlah dengan jelas hati kecilmu, jangan-jangan kau telah tenggelam bersama prasangka-prasangka yang telah juga menjegal kehidupan semata wayang dirimu itu.

Sob, apa tidak sebaiknya kau evaluasi lagi dirimu sebelum kau menuntut lebih jauh dan mendalam kawan seperjalanan mu yang telah membantu dan mendampingi sepanjang perjalanan, apakah akan lebih mudah mengetahui kebobrokan diri kita sendiri ketimbang mengorek-ngorek kehidupan pribadi saudaramu sendiri...apakah kau tidak khawatir tentang dirimu sendiri, apa kau tidak pernah melihat dibalik sudut pandang kaca belakang, agar kau lebih baik lagi membersihkan kaca tersebut agar kau lebih berharap hanya kepada blasan yang abadi nantinya, berharap bukan kepada dunia....

Thanks sob, kau telah ingatkan lagi akan arti hidup yg jernih tapi tidak menyendiri..