
Kubungkam lagi ruang kesempatan...
Perjalanan senja kali ini mengharuskan menjejaki kota kecil ditepian sungai, menaiki kuda besi biru warnanya bersuara ngorong-ngorong berasap dan beroli samping karena sisem pembakaran otaknya yang bernama dua langkah, tapi ku ucapkan terima kasih kawan, berkat jaran birumu itu ku susuri kehampaan senja yang mulai meninggalkan.
30 Km itu kutempuh dengan berpeluh, sampai terhenti disebuah masjid negeri dan tersambar sebuah rejeki nomplok bernama teh tarik dan rejeki bubur menjelang Ramadhan tahun ini, terima kasih ya, menikmati dipinggiran jalan sambil menyeka resah yang melesakkan kering keroncong semenjak pagi tadi...
Berhenti ditengah "Giant" berburu cendawan yang terpesona dalam tumisan pagi dan sore, itulah nafasku yang memanggil setiap perut-perut yang bertelinga dan nafsu makan yang memuncah, sekelebat pun tidak membuatku jengah akan kondisi malam yang mulai menyuruh pulang, karena sudah ku pesan hot plate bermenu lada hitam berceplok mata lembu, sambil duduk menganga...
***
Telusuri berbungkus lelap akan jalan berhias lampu remang, jalan disini masih lurus dihiasi kelokan suram berjejal suara bernama depan kangen...
Perjalanan senja kali ini mengharuskan menjejaki kota kecil ditepian sungai, menaiki kuda besi biru warnanya bersuara ngorong-ngorong berasap dan beroli samping karena sisem pembakaran otaknya yang bernama dua langkah, tapi ku ucapkan terima kasih kawan, berkat jaran birumu itu ku susuri kehampaan senja yang mulai meninggalkan.
30 Km itu kutempuh dengan berpeluh, sampai terhenti disebuah masjid negeri dan tersambar sebuah rejeki nomplok bernama teh tarik dan rejeki bubur menjelang Ramadhan tahun ini, terima kasih ya, menikmati dipinggiran jalan sambil menyeka resah yang melesakkan kering keroncong semenjak pagi tadi...
Berhenti ditengah "Giant" berburu cendawan yang terpesona dalam tumisan pagi dan sore, itulah nafasku yang memanggil setiap perut-perut yang bertelinga dan nafsu makan yang memuncah, sekelebat pun tidak membuatku jengah akan kondisi malam yang mulai menyuruh pulang, karena sudah ku pesan hot plate bermenu lada hitam berceplok mata lembu, sambil duduk menganga...
***
Telusuri berbungkus lelap akan jalan berhias lampu remang, jalan disini masih lurus dihiasi kelokan suram berjejal suara bernama depan kangen...