
Ruang gelap yang kau pandangi itu aku.
Kosong buram dan banyak sawang-sawang.
Kotak hitam yang kau pijak itu aku.
Kusam, kuyu dan sulit terpahami.
Mungkin asa-ku setia berdemonstrasi.
Tapi aku tak bisa merah marah.
Mungkin aku masih seonggok mimpi.
Tapi ku anggap itu nurani.
Satu saja yang seharusnya kau sembah.
Hanya satu, tak mendua dan tak bergenre.
Bukan dengan buhul-buhul mimpi biru.
bukan juga dengan bualan sekejap.
Kau ingatkah aku tentang lautan waktu
Itu bukan sangkalan arti cinta, kan?
bukan juga prasangka tak berirama?
Apa kau juga hidup demi cinta?
Sudahlah! Oh, jiwa.
...hoping it'll be alright.
Kosong buram dan banyak sawang-sawang.
Kotak hitam yang kau pijak itu aku.
Kusam, kuyu dan sulit terpahami.
Mungkin asa-ku setia berdemonstrasi.
Tapi aku tak bisa merah marah.
Mungkin aku masih seonggok mimpi.
Tapi ku anggap itu nurani.
Satu saja yang seharusnya kau sembah.
Hanya satu, tak mendua dan tak bergenre.
Bukan dengan buhul-buhul mimpi biru.
bukan juga dengan bualan sekejap.
Kau ingatkah aku tentang lautan waktu
Itu bukan sangkalan arti cinta, kan?
bukan juga prasangka tak berirama?
Apa kau juga hidup demi cinta?
Sudahlah! Oh, jiwa.
...hoping it'll be alright.