Thursday, June 16, 2011

Jentik-jentik Rindu


Semoga ku tak selalu sibuk sembunyi dibalik rindu yang selalu datang, bukan juga karena salah kirim sehingga begitu banyak kata berbentuk ungkapan sayang yang masuk kedalam inbox mu, itu sudah seringkali kutahan dengan sepenuh daya usaha jiwa dan raga, tapi itulah jentik-jentik rindu, bisa hadir dimanapun, dari genangan senyuman, dari tampungan hujan yang tak menyentuh hati, kenyataannya tanpa air mata pun jentik-jentik itu bukan tak bisa berubah menjadi nyamuk tetapi menjadi kunang-kunang nyasar, entah karena kerinduan yang sangat mendalam mebuat kosmos dari plasma jentik itu berubah menjadi rangkaian bio molekul hidup bersinergi dengan gelombang tarik menarik yang disebut dengan kata cinta berbungkus sayang dilapisi dengan galvanis murni tanpa gores, kinclong seindah warna aslinya...

Bukan karena terlalu banyak hujan juga sehingga banyak jentik-jentik rindu sampai masuk kedalam hatimu, tapi karena panggilan sang kodok bertopeng elang yang meneriakkan kata rindu pada sebulir air kecil dari langit, lihat saja kelakuan sang awan yang tak mau kutitipkan rindu yang sederhana karena sebentuk rindu yang kemarin saja belum sempat sampai ke relung hatimu, apalagi ulah konyol sang angin yang diam-diam membisikkan kata sayang tanpa sepengetahuanku, terang saja itu membuat gusar sang alang yang merasa "accidently in love" dengan angi sepoi yang pernah membuatnya terbuai hilang tanpa makna, in love ya?

Bukan juga takut berlari, karena lagi-lagi setiap ku coba berlari-lari dengan speed santai, tetap saja rasa rindu itu mendorong dengan galaknya menyebabkan hati ini kembali terjerembab dalam dinginnya dinding tak bersekat, hanya saja lagi-lagi dan lagi-lagi ku temukan jentik-jentik rindu yang semakin banyak berkolaborasi disepanajang jalan tetapi sekarang telah mewabah menjadi kenangan indah.

Hey, i'm still alive
...dan sedang menunggu waktunya tiba..