Wednesday, June 8, 2011

Milister Vs Malaster


Salam milister,

Biasanya pagi-pagi ditemani aroma matahari dan penuh semangat 45, melakukan aktifitas dengan membuka milis (istilah dalam per-email-an; alamat email kita tergabung dalam sebuah grup yang bertemakan macam-macam kesamaan seperti; hobi, alumni sekolah, pandangan hidup, dst). Tiba-tiba saja pagi ini terasa hambar disamber gledek ketika membuka email, isinya semua penuh dengan kepentingan sesaat (gayaknya...sok tau),.. begini bro, bayangin aja di inbox gak berhenti-henti ngomongin masalah bola, ...lah padahal milisnya bukan bertemakan bola, dan yang jadi pesertanya juga bukan pemain bola, bisa ditebak sependek pengamatan saya, 90% cuma demen nonton doang....jadi teringat sebuah pernyataan...kita tidak akan pernah menjadi pemain yang hebat klo cuma bisa menjadi komentar aja apalagi hobinya cuma copas-copis artikel, atau mungkin kita akan membayar seorang atlet untuk berolahraga buat kita sendiri, atau ada kedai atau warung kelontong yang menjual kata yang namanya "sehat". (*sambil tepuk tangan)

Lama-lama jengah juga ikutan milis yang isinya membosankan, gak menambah manfaat buat diri sendiri apalagi orang lain yang menjadi pesertanya (adminnya tidur nih...zzZzzZZzzZz), Klo ada email dari milis x, spontan uhuy.. aku delete emailnya...malas apa males. Akhirnya aku mulai mencoba metode yang cukup jitu, yaitu hanya dengan melihat titel/judul emailnya...abrakadabrakgabruk, lebih jauh lagi siap-siap mencentang plus mencontreng klo ndak mood...DELETE!

Bersiaplah milister..cepat atau lambat! waspadalah 2x (*bang napi mode on).
Terima kasih atas kiriman artikelnya...