Friday, June 17, 2011

Subuh-Ku

Antara Isya dan subuh adalah misteri
Bukan juga dimensi yang berbeda
Memang gurita dunia tetap menarik
Begadang jadi slogan peradaban

Tidur, bangun dan tidur lagi
Bisakah disebut radang akut?
Terpekur dalam Fesbuk dan Twit
Laku utama kehidupan naif normatif

Aku bukan nerakamu, bukan.
Ku bantu kau mengarak sedu sedan.
Hanya saja kering sudah mata hati.
Bukankah kita semua pengembara kawan?

Subuh-ku, maafkan seribu hari.
Syetan lah biang keladinya...hentikan langkah untuk menyerah
Syetan lah biang keroknya...datang tak diundang pulang minta angpaw
Tapi aku tetap setia menjaga mu..

Oh...subuh, oh waktuku...
sebelum kesiangan datang berenang!