Tuesday, December 6, 2011

Topeng Bopeng

Topeng randommu itu membuatku tak lagi berseri, bahkan tak payah lagi menari-nari sambil bersiul kegirangan. Inginku segera melihat isi dari balik topeng bopengmu itu...apakah sekarang kau boleh memahami lebih jauh senyum sepet yang sering kau lontarkan, semua warna-warni hidup tak lagi kau nikmati sebagaimana sang mentari pagi yang kini telah menyibukkan diri.

Sesuatu yang kusebut "terdalam".

Keinginan untuk dapat terus bersemangat tanpa perlu rekaman ulang bahwa pernah ku berkata sayang dalam penantian atas segala bentuk rindu yang melihat kaku sendiri, salahkah untuk memberikan bagian hidup yang terasa indah kepada sebuah batas penantian yang terasa akan hilang tertelan kesepian yang ingin sekali menjadi sebuah kenangan akan wajah semu tanpa make-up dunia...dan aku suka hatimu yang tersisa bersama langkah yang terus bersemangat, menggapai semua mimpi terindah yang akan segera tercipta dengan sebentuk kata sabar berbalut syukur 27 derajat.

Kau dapat menghitamkan pelangi yang telah lama menghiasi hatiku, hanya dengan melihat segurat topeng yang berkontur bopeng marun abu-abu bertanda tangan malam buta akan semakin syahdu...yang kau perlukan adalah meyakinkanku untuk selalu dapat mendengarkan emosi jiwa yang terus bersembunyi dalam degup nafas yang merinduimu.

Save Now!

Jangan sampai menunggu terlalu lama sehingga temanku adalah keterpurukan dan kesendirian, semu adalah obat yang paling mujarab, apalagi pada janji yang telah ku ikat dengan sepenuh hati, sampai saat ini kuyakinkan bahwa sedih ini semakin tak berarti dan ku tak pernah lagi kehilangan arah bilau kau tak lagi disini.

Gelap malam hari...sekejap topeng itu berganti siang.
Dan takkan ku ulangi lagi bahwa kau kusayangi...