Friends,
I just want to say nothing at all...
#Perasaaan ingin menayakan, apakah dengan komentar2 yang menyakitkan akan memberikan sebuah jalan solusi yang terbaik? jika itu menjadi sebuah bukti bahwa dirimu lebih kecewa dari sebuah arti diri disaat yang lain bekerja dan dirimu berehat, disaat yang lain berehat dan kau sibuk bertanya kenapa harus berehat sejenak?
Sahabat,
betapa besar perhatianmu kepada hal-hal yang tidak memberikan kebaikan buat kami? iya, buat kami, sekelompak pelajar junior yang berusaha mencari makna kata peradaban dan sahabat sejati yang saling bantu-membantu, singsingkan lengan baju dengan sesama agar lebih terjalin nilai-nilai moral peradaban....nyatanya kau hanya terdiam disana, berkomentar dan berseloroh tentang apa yang kami kerjakan, walaupun kecil dimatamu tapi kami lakukan itu dengan sepenuh hati...jadi silahkan ambil bagian jika berkenan, hilangkan petanyaan peran apakah yang akan diambil, disaat yang lain atau kami telah mengambil peran yang telah meninggalkan ke-ego-an dirimu...apakah ini bukan bukti?
Saya mewakili kata kami, ingin menjelaskan secara gamblang jika boleh, meminjam kata bijak dari penasehat, bagi kami kecewa adalah hal biasa karena kami adalah kumpulan manusia yang juga mempunyai kecenderungan berbuat salah, apalagi dirimu yang sendiri dan membuat sesuatu dari hasil kekecewaan yang mendalam...jadi apa tujuanmu sahabat? apa hanya ingin menghidupkan suasana dengan komentarmu yang jauh lebih pedas dari sebuah cabe kecil rawit pitik.
Terakhir, kami sangat berharap...your comments not SPAM in here!