Tuesday, January 17, 2012

#1 Halo, siapa namamu?

"Dasar cemen"

"Dasar ayam sayur"

Memang begitulah sebutan yang cocok untukku, terbayang-bayang di otak kanan terkadang di otak kiri, pernah meloncat kekanan-pernah meloncat kekiri. Nah! ini yang selalu membuatku bingung kenapa sampai saat ini aku sok jadi pakar per-otakan? YES, I can read your mind! weleh-weleh huebat banget ya. Biasanya otak yang harganya mahal adalah yang masih kosong dalamnya seperti tong kosong yang guede terus isinya otak udang.

"Minta diteminin jalan, boleh gak?"

Itulah permintaan singkatnya sesimpel aku mengucapkan kata "Oowhh...TIDAAAAAAAAAAAAK" sambil berlari terkencing-kencing mencari pohon rambutan, mungkin itulah permintaanya yang ke 1001, kenapa alasan itulah sampe detik ini aku selalu menambahkan garis turus pada tembok kantin sekolah yang terbilang angker dikalangan pelajar-pelajar baru. Entah? kenapa ketika ku tamabahkan seretan turus-turus itu banyak anak-anak pada dateng ke kantin *pura-pura mikir*.

"Dasar ayam sayur"

"Dasar cemen"

Semoga kesannya jadi beda antara ayam sayur dan cemen, julukan yang kusanding dengan bangga tanpa ada promosi kesana-kesini. Seringkali banyak wanita pujaan hati para jomblo ngenes yang terpaksa harus gigit jari karena faktor x yang tidak juga boleh dibilang y, apalagi digabung menjadi satu sebab, boleh jadi akan menjadi sebuah varian baru, karena bergabungnya kromosom x dengan kromosom y akhirnya mereka berdua resmi membawa hubungannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu strata satu (baca:S1), dari tataran praktek menuju tataran filosofis bukan anarkis yang membutakan rasa optimis, akhirnya nasib kromosom XY akan segera berakhir dengan seluruh perasaan kecewa yang tak kunjung padam....ngomong-ngomong kromosom enaknya pake sambel apa pake kecap ya?

Bagaimana melumpuhkan "juwita" sampai membuat kelojotan si "Jelita" anak pak lurah, apalagi membuat kedua orang itu lari mengejar-ngejar layaknya fans berat? Gak perlu panjang berkali lebar dan tinggi...jadilah volume. Jangan pernah berfikir atau mengijinkan diriku memiliki rasa cinta yang tak sempat aku nyatakan karena memang aku tak pernah membuktikan kesungguhan rasa ini, atau rasa itu, klo boleh tahu kamu maunya rasa apa ya?

Pernah suatu ketika si "Juwita" sehabis naik pohon kelapa tetangga sebelah dia datang menemuiku layaknya orang yang kesurupan, dia langsung bertanya dengan penuh harap dan penuh rasa nano-nano.

Halo, siapa namamu?

Refleks ku jawab " Ayam sayur ".

******

Halo, siapa namamu?
Izinkan aku menyinggahi hatimu...
Sang Pengintil,