Seikat kerinduan masih saja jalan seiring, diam dan tak banyak bicara, hanya segores senyuman nyinyir tersanding dikala melintas jalanan sepi sedari tadi.
Senyap pun ikutan menjentikan jari tanda setuju jikalau saja rindu tak lagi muncul sendirian maka teduh disana akan bergeser malu.
SEBENTAR!
Jangan dipaksa melawan parau nya waktu, lelah itu pasti jika berjibaku seorang diri, tapi lagi-lagi sepi angkat topi, kemana arah mata angin yang membawa setangkai rindu?
***Hitungan waktu pasti berganti