Wednesday, January 11, 2012

Sublimasi Rindu

Apakah RINDU juga berubah bentuk, atau memang tak pernah berubah?

Begitu sublim kerinduan ini, tak mampu diungkapkan dengan prosa indah narasi sejuta warna, tapi hanya ini yang ku mampu, bersama gerimis yang mulai merinai merajai...

Aku rindu, tapi.....dia tersublim bukan aku.

Tersentak sesaat dan cepat meyergap dengan mantap, karena sudah terlalu berlebih sepi yang menunduk kehilangan arah.

Bukan karena kampungnya yang hilang bersama angin sendu, bukan karena matany ayng sudah mulai bersurai bak cendawan ditengah rawa hijau gemerlap.

Aku rindu, tapi kini sepi tersublim...

Begitu angkuhkah hangat yang tertetes dalam langkah yang tersok dalam kegamangan yang meronta bagaikan bulir emosi bersenarai dua kali ganda dalam gelap, dalam taman yang berdurasi indah melati.

It's must be something...Let it go!