Tiada hari tanpa sinetron!
Memang tulisan ini tak sebagus buku harian nayla yang dapat menyihir setiap orang untuk menggandrunginya, dan bukan maksud merubah benci menjadi cinta sehingga banyak yang beranggapan bahwa mimpi setiap orang layaknya impian cinderella.
Apakah ini semua Atas nama cinta yang dibumbui dengan khayalan semester pendek (maksud)? seperti berceloteh riang ditengah hati yang galau yang bertanya "apakah kau masih kekasihku?" yang jelas pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan mudah oleh puteri kembar yang hanya mengharap belas kasihan pemirsa dan tetesan air mata palsu sebuah situasi yang dipaksakan sesuai dengan esmosi penonton.
Apakah juga salah jika ada seseorang mendadak kawin? penting banget ya, sebuah kata mendadak dikambing hitamkan secara sepihak dan tanpa informasi yang jelas dimanakah 'mendadak' muncul bersama-sama dengan identitas semua sebuah nama sekaliber: Mona Lisa, Intan, Candy, Alisa, Ronaldowati, Lia, Khanza, Jihan, Upik Abu dan Laura, Larasati, Rafika, Aqso dan Madina...Upin & Upin. Memang mereka temen selamanya!.
Melati???
Harummu semerbak mewangi dalam sebuah taman yang asri dan setiap kotak ajaib yang dapat menghipnots para penggemarnya seakan-akan terbutakan, seakan menjadi 'hamba' 3 dimensi, siapa yang tidak kenal dengan pangeran penggoda...sebuah aktifitas goda-menggoda yang dapat membuat hidup lebih berwarna.
Melati oh melati.....
sekarang aku tahu untuk siapa dirimu...hehehe....pasti untuk marvel kan? selamat ya, semoga setelah melati untuk marvel telah berakhir dan sudah tidak diingat lagi, akan muncul sebuah sinetron lanjutannya Kamboja untuk budi....atau kembang pete untuk tuti.
Siapa tahu?