Sunday, January 22, 2012

#6 Ada dia dimatamu

Katanya dia itu telah kau tinggal mati, tetapi kenapa masih ada dia dimatamu?

Jangan coaba tanya kembali rasa yang pernah ku gambarkan kemarin pagi, karena biasanya menjelang siang akan berganti dengan sesal, apalagi menjelang petang, biasanya akua tak lagi merindui siapapun, tidak juga kau. Gelap memanggil malam tanda sudah harus minum obat cacing, cuci kaki dan tak lupa cuci piringsetelah itu merendam baju sebulan kemarin yang belum dicuci...TEPAT! seperti inah pembantu rumah tetangga sebelah.

Cobalah diam walau sejenak, karena sekarang ku ingat bahwa pernah aku ngutang secangkir kopi pahit, karena sekarang saat yang tepat untuk aku mengakui semua hutang-piutang agar wajahmu menjadi gembira, dan tak lagi berat hati memabayarkan sejuta tagihan diwarung satu sampai warung ke tiga belas sepanjang lorong menuju rumahku, ayo...kamu harus semangat, jangan sampe aku masuk penjara karena dikeroyok warga yang menjadi bangkrut karena aku yang selalu ngutang tiada tara dan upaya untuk membayaranya...jadi, tolong ya lunasin seluruh hutang-hutangku.

Kau begitu sempurna adanay, memang kau begitu indah, teringat dengan setiapa langkah yang kulakukan tak jauh dari meja makan, jalan ke toilet setelah itu pemberhentianku terakhir temapt molor...perfecto...sempurno yo...oh sayangku, kenapa kau begitu menggilaiku, sampai-sampai kau bilanag dengan terus terang bahwa aku adalah "Raja Malas", seharusnya kamu mengatahui aku adalah pangeran.

BETUL! aku adalah seorang pangeran....pangeran yang pernah ada di matamu.