Tepat 5 waktu sudah dia mendatangiku...
-BODOH-
"Inilah aku tanpamu"! sekali
Kuberikan perhatian penuh pada ilalang sepi yang terus tumbuh, terkadang mati karena kering yang meradang, kalendar meja hanya menahan sendu sedan padahal dia sudah pernah berjanji, malu rasanya mengirimu setangkai rindu, kutitipi angin seperti kemarin saja bagaimana?
"Inilah aku tanpamu" dua kali
Susunan kata yang terangkai ini untuk mengenapkan separuh perjalanan hati yang sempat terlantar sendirian, pernah juga dia coba menahan galau yang terus mendera dengan mendengkur diri, tapi apa daya serangan maut berdatangan tanpa prangko balasan.
"Coz i know...you miss me somehow?"
ucap setangkup asa mencoba menangkap misteri Illahi hari ini, semenjak kemarin rindu sudah mulai cuti bersama sepi sambil angkat tangan tinggi-tinggi, akupun tak mengerti ketika mimpi diantar mimpi tak mendegupkan sisi batin....
LELAH
"Inilah aku tanpamu" tiga kali
Karenanya ku tak pernah menjajah tanda tanya seputar kenapa rindu terus menghantui, mungkin dia sekedar ingin menyatakan sebentuk surat bertinta emas dilengkapi dengan kwitansi sisa pulsa, yang tak pernah berdamai lagi ketika mendampingi penjaga jiwa yang cenderung berhalusinasi menjadi padi yang kian merunduk.
"Inilah aku tanpamu" empat kali
Luluh sudah mencapai 100 derajat, tersublim dalam sepi, meringis dalam resah dan meronta dalam-dalam -kacian deh loch-, "bisakah kau berkata tanpa suara?" aku sekarang sudah banyak bergaul mesra dengan sejuta bisikan kelu bersandi bisu, sudahlah! kita nikmati secangkir semangat senja kala hari berdering kaku....lembut berdendang mengiringi perjalanan menapaki semburat purnama.
"Inilah aku tanpamu" lima kali
Saatnya mengakui....."Inilah aku tanpamu" lima kali berputar-putar menuliskan kata yang mengalir tak jelas begitu saja, padahal ku hanya ingin ucapkan "Aku sayang kamu RINDU".
I swear...nothing at all!