Hahahahaha.....ketawa-ketiwi gak jelas juntrungannya, dah...hari ke 7 ternyata, berarti sudah banyak korban yang berjatuhan dan bangun lagi demi sebuah janji BISA! 15 hari kedepan ngeblog dengan judul yang ditentukan serta berbeda-beda...pede banget ya?namanya juga sang pengintil, ikutan dari belakang, sebut aja "anak bawang"...Do'a ibu memang sangat manjur.
tu, wa, ga....ACTION!
Surat berwarna hijau toska itu mulai ku buka dengan penuh semangat, kubaui dengan rasa penasaran tanpa belas kasihan, hmmm harum...seperti namamu "Wangi" (gak kosinsten, tadi bilangnya harum sekarang wangi???)...tenang, nama lengkapnya kan Harum Sari Wangi..sound's like "nama sebuah merek teh ya?".
Mulai dari bungkusnya yang bukan dari daun pisang, kupastikan ini surat dari Harum, gadis bermata juling yang bodinya gitar ukul lele buatan spanyol(baca:impor punya)...pasti klo Wangi yang baca suaranya seperti sayup-sayup basah gimana gituh...atau klo ditaksir dalam sebuah tangga nada, nadanya di C=do, terus ritmenya gak terlalu lambat, gak terlalu sedang, dan gak terlalu cepat...maksud? yah, suaranya harum sari wangi itu seperti pinang dibelah-belah, ngilu didenger terus habis itu perut mendadak dangdut setelah keroncongan.
PENASARAN!
Emang bikin penasaran nih surat, lajut aja deh kita ke TKP, dari awal surat si Harum mengungkapkan rasa galaunya yang terkesan kampungan dan agak urakan itu. Entah kenapa, kenapa entah terjadi dimana, tangan kanan kesayanganku mulai bergerak berirama laksana raja dilaut, bukan...laksana ular kobra yang sudah jadi king korba eh king kobra, tanganku meliuk-liuk kesana-kesini, mata kok kunang-kunang, mata kiri ke atas, mata kanan bawah, nafas tersengal-sengal, ingus (ma'ap) mulai meler turun naik...
TERNYATA!
Ya biasa aja jadinya, aku sudah kembali lagi sehat, terima kasih ya atas perhatian teman-teman, kini akau bisa kembali menulis dengan perasaaan senang tanpa ada paksaan dan atas dasar kesambet, bukan karena ngebet kayak bisul yang siap gerhana. Intinya surat itu diakhir tulisan si Wangi bertutur tentang hilangnya sebuah anak? bukan, hilang sebuah rasa cinta yang dulu pernah ada, bersemi, tumbuh dan menghasilkan sebuah karya ilmiah hasil kolaborasi hidrogen dengan oksigen ditambah dengan air panas, jadilah sebuah kata "NAGIH HUTANG"...dah gak usah basa-basi.
Aku cuma bisa termenung tanpa arah tujuan dan latar belakang untuk dimabil sebuah kesimpulan, ku katakan dengan lantang sambil bergelantungan. SEKARANG NGUTANG, BESOK BAYAR!.
*****
Sang Pengintil